hero
Dahlan Iskan dan Brotoseno. (NET.Z/Farhan)

EDITOR : TITO SIANIPAR

18 November 2016, 22:00 WIB

KOTA SURABAYA, INDONESIA

Kepolisian memeriksa mantan Menteri BUMN Dahlan Iskan terkait dugaan korupsi cetak sawah Kalimantan. Dahlan Iskan membantah memberikan suap kepada AKBP Raden Brotoseno terkait penanganan kasus itu.

"Hari ini diperiksa soal cetak sawah. Sudah sejak 10 hari yang lalu," kata Dahlan Iskan di Markas Polda Jawa Timur, Surabaya, Jumat, 18 November 2016.

Pemeriksaan Dahlan terkait dugaan suap terhadap Kepala Unit III Direktorat Tipikor Bareskrim Polri AKBP Raden Brotoseno. Polisi menangkap Brotoseno, Selasa, 15 November 2016 lalu, karena menerima suap dari pengacara Dahlan berinisial HR.

Dahlan Iskan di Polda Jatim. (NET/Yudha)

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Komisaris Besar Rikwanto menjelaskan penangkapan Brotoseno adalah pengembangan penangkapan polisi D pada Jumat, 11 November 2016. D mengaku menerima uang Rp 1,9 miliar dari HR.

Uang itu, kata Rikwanto, diduga untuk 'menjaga' Dahlan dari kasus dugaan korupsi cetak sawah di Kalimantan Barat itu. "Penyidik diminta jangan terlalu cepat memanggil atau memeriksanya. Agar diperlambat," kata Rikwanto.

Dahlan sendiri mengaku tidak memiliki pengacara berinisial HR. Tiga pengacara yang mendampinginya dalam kasus cetak sawah, kata Dahlan, "Nggak ada yang namanya HR."

Riri Purbasari Dewi, pengacara Dahlan, menambahkan ada tiga pengacara yang mendampingi bos Grup Jawa Pos itu dalam kasus cetak sawah. "Yakni saya, Imam, dan Pak Mursyid," kata Riri. 

Imam (kiri) dan Riri, pengacara Dahlan. (NET)

Riri membuka sedikit tabir HR. Menurut dia, HR adalah pengacara Grup Jawa Pos. "Beliau itu juga pengacara di perusahaan besar lainnya di Jakarta," kata Riri.

Dalam kasus dugaan korupsi cetak sawah ini, Direktorat Tipikor Mabes Polri sudah menetapkan Direktur Utama PT Sang Hyang Seri Upik Wasrina Raslin sebagai tersangka pada 2015 lalu. Ketika itu polisi menyita Rp 69 miliar uang sisa proyek.

Dugaan korupsi cetak sawah terjadi pada periode 2012-2014. Ketika itu, Dahlan menjabat sebagai Menteri BUMN, yakni sejak Oktober 2011 hingga Oktober 2014. Upik Wasrina menjabat Asisten Deputi Program Kemitraan dan Bina Lingkungan Kementerian BUMN.

Dana proyek program cetak sawah adalah Rp 360 miliar. Uang itu berasal dari beberapa BUMN yang menyetor antara Rp 15 miliar hingga Rp 100 miliar. Diantaranya Perusahaan Gas Negara, Pertamina, BNI, BRI, Askes, dan Hutama Karya.

Polda Jatim, tempat Dahlan diperiksa. (NET)

Dahlan sebagai Menteri BUMN melakukan seremoni penanaman padi pertama pada 17 Desember 2012 di Desa Sungai Pelang, Kecamatan Hilir Selatan, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat. Dari awal 3 ribu hektar ditargetkan menjadi 100 ribu hektar pada 2014

YUDHA WARDANA | ARIS SATYA

1

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments