hero
Kibaran bendera Korea Utara. (NET)

EDITOR : REZA ADITYA

16 November 2016, 17:00 WIB

KOREA UTARA

Senior diplomat Korea Utara, Kim Yong Ho, menilai negaranya tak peduli atas kemenangan Donald Trump sebagai Presiden Amerika Serikat (AS). Buat Kim, siapapun yang terpilih sebagai Presiden AS, tak berpengaruh terhadap konstelasi politik dan kebijakan luar negeri negaranya.

"Yang menjadi permasalahan di sini apakah Amerika mau menarik kebijakan bermusuhan kepada Korea Utara," kata Kim seperti dikutip Reuters, di markas Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB), Rabu, 16 November 2016. 

Presiden AS Terpilih Donald Trump. (donaldjtrump.com)

 

Hubungan antara Amerika Serikat dan Korea Utara semakin memanas. Apalagi, dalam beberapa waktu kemarin Korea Utara menuding Amerika bekerja sama dengan Korea selatan membangun Terminal High Altitude Area Defence (THAAD). THAAD merupakan sistem  yang ditempatkan di Korea Selatan dari ancaman nuklir Korea Utara.

Namun, dalam kampanyenya pada Mei kemarin, Trump berjanji akan bertemu dengan Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un. Tujuannya, membicarakan dari hati ke hati agar Pyongnyang menghentikan rencana pembangunan proyek nuklirnya. Bahkan Trump berjanji akan membuat sebuah program baru untuk Korea Utara supaya tidak menjadi negara terisolasi.

Belakangan, rencana Trump berkunjung ke Korea Utara dibatalkan setelah dia terpilih sebagai presiden. Salah seorang penasehat Trump mengatakan rencana pertemuannya dengan Jong Un akan diagendakan kembali dan tidak dalam waktu dekat.

RIZKY WIKA SHINTYA DEVI | REUTERS

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments