hero
Donald Trump dan Hillay Clinton dalam debat capres AS (REUTERS)

EDITOR : OCTOBRYAN

8 November 2016, 02:00 WIB

NEW YORK, AMERIKA SERIKAT

Puncak pertarungan Hillary Clinton dan Donald Trump di depan mata, masa depan Amerika Serikat berada ditangan warganya, termasuk bagi seorang Indonesia yang akan ikuti pemilihan presiden Amerika Serikat untuk kedelapan kalinya.

Atmosfer yang memanas menjelang Pilpres kali ini dirasa betul oleh Soeko Prasetyo. Bagi pria berusia 71 tahun ini, Pilpres Amerika Serikat tidak jauh berbeda dengan di Indonesia.

Soeko Prasetyo dan istri berdiskusi mengenai pilpres AS (NET\Rahma)

"Ya ada demontrasi juga walau tidak mencolok. Begitu juga pendukung Hillary dan Trump walau berbeda mereka tidak akan lakukan kekerasan," ujarnya di New York, Selasa, 8 November 2016.

Pria kelahiran Solo, Jawa Tengah itu juga mengomentari sosok kedua calon presiden Amerika Serikat itu. Baginya pemilihan kali ini penuhi kejutan karena dua calon mempunyai latar belakang berbeda. Namun, ia menilai Pilpres AS kali ini kalah menarik dibanding pilpres sebelumnya.

Soeko Prasetyo memberikan pandangan mengenai pilpres AS (NET\Rahma)

Donald Trump dengan latar belakang sebagai pengusaha dinilai suka berbicara blak-blakan. Selain itu, pernyataan kontroversial dan perilaku inkonsisten menambah parah gambaran diri miliarder itu.

"Saya kadang shock dengan komentar-komentarnya, Bahasanya berbeda dengan yang lain," ujarnya tersenyum.

Donald Trump dan Hillay Clinton dalam debat capres AS (REUTERS)

Sementara itu, Hillary Clinton dinilai sebagai wanita dengan segudang prestasi. Maklum saja, istri mantan Presiden Bill Clinton itu sudah 30 tahun malang melintang dalam pemerintahan. Meski demikian, Ia menilai warga Amerika Serikat suka perubahan.

"Kalau Hillary menang saya rasa tidak ada perubahan, meski ia bilang akan lebih baik. Pada dasarnya orang Amerika Serikat suka perubahan," tambahnya.

BACA JUGA:
Trump Terteror, Hillary Bertabur Bintang
Reaksi Selebriti Pada Debat Ketiga Presiden Amerika di Sosial Media
Debat Capres AS, Diawali Sindiran, Diakhiri Saling Puji
Jutaan Warga Rusia Saksikan Debat Hillary-Trump

Pilpres Amerika Serikat sudah di depan mata, 8 November adalah momen puncak bagi warga untuk menentukan pilihannya. 

Beberapa hal unik dan bersejarah di pilpres AS kali ini adalah baik Trump maupun Hillary adalah kandidat dengan usia tertua dibanding capres lainnya. 

Donald Trump merayakan ulang tahun ke-70 pada 14 Juni 2016, sehingga ia pun bisa menjadi presiden tertua dalam sejarah AS. Hillary Clinton memasuki usia 69 tahun pada 2 minggu sebelum hari pemilihan, dan bisa menjadi presiden ke-2 tertua dalam pelantikan.

Hal unik lainnya adalah jika Hillary menang jadi presiden, ia akan menjadi perempuan pertama yang memimpin negeri Paman Sam. 

RAHMA HAYUNINGDYAH | PRIHARDANI PURBA

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments