hero
Sejumlah cangkul impor yang sudah beredar di beberapa daerah (NET)

EDITOR : REZA ADITYA

2 November 2016, 14:40 WIB

INDONESIA

Program impor cangkul yang dilakukan pemerintah melalui Kementerian Perdagangan mendapat respons negatif dan penolakan di sejumlah daerah. Di Semarang, Kepala Bidang Dinas Koperasi UKM Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Semarang, Imum, akan mengawasi masuknya impor cangkul tersebut.

"Sekadar barang pacul hanya mendatangkan barang dari luar untuk dipasarkan, lha inikan menjadi tanda tanya besar," kata Imum, Rabu, 2 November 2016. "Artinya perlu kita sikapi walaupu sudah masuk dalam perdagangan bebas atau globalisasi."

Imum mengatakan sejumlah perajin di daerahnya resah lantaran cangkul impor tersebut mulai membanjiri Semarang. Padahal, kata dia, rencana awal pemerintah memasarkan cangkul impor tersebut hanya untuk wilayah Jakarta dan Medan.

Sejumlah cangkul impor yang mulai membanjiri pasar lokal di Semarang (NET)

 

Masuknya cangkul impor tersebut, kata dia, dikhawatirkan akan mematikan industri kecil para perajin cangkul lokal. 

Respons negatif juga teradi di Tegal. Sejumlah perajin mengecam pemerintah atas program impor cangkul. "Impor produk luar itu harus dikurangi, karena barang barang produk lokal ini penjualannya berkurang," ujar Achmad Arifin, salah satu perajin cangkul di Tegal.

Sejumlah perajin pande besi di Grobogan pun meraskan hal yang sama. Masrukin, seorang perajin, menganggap kebijakan pemerintah mengimpor cangkul dengan alasan meningkatnya kebutuhan alat gali itu tidak masuk akal.

Cangkul impor asal Cina (NET)

 

Menurut Masrukin, tingkat kebutuhan terhadap cangkul masih bisa terpenuhi. Artinya, pemerintah tidak perlu mengimpor cangkul dari luar negeri. "Karena kalau mendatangkan dari luar negeri produk kita mau di kemanakan," ujar dia.

Sejak bulan Juni, pemerintah melalui Kementerian Perdagangan membuka izin impor cangkul dari Cina. Izin tersebut berlaku sampai dengan Desember 2016. Total izin impor cangkul diberikan pemerintah sebanyak 1,5 juta unit. Namun realisasinya hanya 86.190 unit cangkul impor yang masuk.

YUDHA ERIYANTO (SEMARANG) | TRIYONO SAEFULLOH (TEGAL) | SUSWANTO SAPUTRO (GROBOGAN)

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments