hero
Foto ilustrasi: Pixabay

EDITOR : FAJAR ANUGRAH PUTRA

28 Oktober 2016, 22:05 WIB

AMERIKA SERIKAT

Beberapa anak muda Indonesia mengadu nasibnya di industri perfilman Hollywood. Lewat usaha dan tetap berpegang sama mimpinya, mereka bisa survive. Bahkan ikut ambil bagian di film-film terkenal yang jadi box office dunia. Tiga anak muda ini membuktikan kalau pintu Hollywood terbuka buat siapa saja.  

Reynold Tagore, Texture Artist

Pernah nonton film Iron Man atau  Lord of The Ring? Karakter-karakter di film tersebut terlihat hidup. Setiap warna, polesan berkilau dan goresan yang ada di tubuh mereka terlihat nyata. Tampilan ini nggak lepas dari peranan texture artist seperti Reynold Tagore. 

Cowok lulusan graphic design ini mulai tertarik pada dunia film sejak menonton Lord of The Ring. Tampilan tokoh-tokoh di film itu, mendorong Reynold untuk cari tahu proses pembuatannya. Setelah lulus S2, dia melamar ke perusahaan yang mendesain film Lord of The Ring, tapi ditolak.

Penolakan nggak bikin dia putus asa. Reynold lanjut cari kerja ke tempat lain. Tujuannya sama, untuk mendalami dunia texture artist. Akhirnya setelah enam tahun, pria yang tinggal di Selandia Baru ini diterima di perusahaan yang jadi cita-citanya. Sampai sekarang Reynold sudah mendesain karakter di beberapa film seperti Wolverine, Iron Man dan The Hobbit.

 

Reynold Tagore (Sarah Sechan NET.)



Livi Zheng, Sutradara  

Livi awalnya sama sekali nggak punya background perfilman. Cewek ini justru belajar di sekolah ekonomi. Sampai akhirnya dia berkesempatan ikut pembuatan film. Pengalaman ini mendorongnya untuk melepas sekolah dan bikin film sendiri. Bareng adiknya, Ken, Livi membuat film Brush With Danger yang diputar di Amerika Serikat. Filmnya bahkan ikut diseleksi untuk masuk nominasi Academy Awards atau yang juga dikenal penghargaan Oscar.

Buat Livi, pencapaiannya didapat melalui proses yang nggak mudah. Dia harus melalui tahap struggling. Di Hollywood ada anggapan kalau seorang Asia, muda dan wanita nggak bisa masuk ke dunia mereka. Tapi Livi justru mendobrak pendapat itu lewat pendekatan ke orang-orang yang terlibat di filmnya. Sekarang, cewek ini terus aktif memproduksi film. Livi bercita-cita nantinya bisa kerja bareng aktris Sandra Bullock.
 

Livi Zheng (Instagram @livizheng)



Ronny Gani, Animator

Pria lulusan arsitektur UI ini mulai terpanggil jadi animator setelah mengenal 3D software. Kemampuannya di bidang animasi dia pelajari secara otodidak. Sementara kariernya dimulai dari bekerja di Singapura. Dari sini, Ronny mulai merambah dunia Hollywood. Film-film yang sudah dia garap antara lain Transformer 4, The Avengers, Pacific Dream dan Noah.

Nggak puas hanya sekadar berkarier, Ronny juga berbagi ilmu lewat bengkelanimasi.com. Alasan pendirian Bengkel Animasi karena dulunya dia kesulitan mengakses pengetahuan dan info-info terbaru. Sekarang workshop virtual milik Ronny ini jadi wadah berbagi antar animator dan siapapun yang mau belajar animasi. Siapapun yang tertarik bisa langsung join di Bengkel Animasi. 

 

Ronny Gani (Ttwitter @ronngan)

PUTU DYAH | SARAH SECHAN NET. | LINKEDIN | IMDB

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments