hero
Ade Sudrajat, korban banjir Bandung disemayamkan (NET\Anggi)

EDITOR : OCTOBRYAN

25 Oktober 2016, 01:45 WIB

BANDUNG, INDONESIA

Seorang warga meninggal dunia akibat terbawa aliran deras air saat banjir di Jalan Setia Budi, Bandung, Senin, 24 Oktober 2016. Derasnya air yang melimpas di sepanjang jalan menurun di bagian utara Bandung itu menjatuhkan Ade Sudrajat, 30 tahun, seorang karyawan supermarket Borma yang hendak masuk kerja.

Teten, keluarga korban mengatakan, saat kejadian Ade berniat menolong rekannya sesama karyawan Borma yang jatuh akibat terhempas derasnya aliran air. Namun, korban terbawa arus deras dan terjatuh hingga terbawa ke selokan.

Banjir merendam kota Bandung  (NET)

"Korban sudah parkir motor saat kejadian. Cuma saat itu korban lihat rekannya sesama karyawan sedang kesulitan. Tapi korban jatuh karena tidak melihat lubang dan masuk ke selokan," ujarnya di rumah duka, Jalan Hegarmanah Kulon, Gang Ranim, RT 07 RW 08, Kelurahan Hegarmanah, Kecamatan Cidadap, Kota Bandung, Senin, 24 Oktober 2016.

Setelah setengah jam hanyut, korban kemudian ditemukan tidak bernyawa di depan SMPN 15 Bandung atau lima ratus meter dari depan tempatnya bekerja. Saat ditemukan, korban masih mengenakan seragam lengkap serta jas hujan dan helm.

Jenazah korban disemayamkan di rumah duka (NET\Anggi)

Sementara itu, Wakil Gubernur Jawa Barat Dedi Mizwar mengatakan akan mengevaluasi adanya pelanggaran tata ruang di daerah Bandung. Dia memprediksi penyebab banjir adalah drainase yang buruk. Kota semakin padat, tetapi sistem drainase tak diperbarui.

"Daerah resapan air berkurang akibat banyaknya pembangunan. Kita akan cek desain tata ruangnya apakah menyalahi aturan atau tidak," ujarnya di lokasi.

Isak tangis mewarnai suasana di rumah keluarga korban (NET\Anggi)

Penanganan darurat banjir di Kota Bandung terus dilakukan oleh BPBD Provinsi Jawa Barat bersama unsur lainnya hingga saat ini.

Hujan berintensitas tinggi menyebabkan bendung irigasi Citepus dan Sungai Citepus meluap sehingga menimbulkan banjir di daerah Pasteur, Pagarsih, Solokan Jeruk, dan Sukajadi.

Meluapnya Sungai Citepus juga disebabkan tersumbat sampah dan dangkalnya sungai. Drainase perkotaan tidak mampu menampung aliran permukaan dari hujan yang lebat menyebabkan banjir parah. Tinggi banjir bervariasi 50 hingga 200 centimeter.

ADAM SURYANAGARA | ANGGI PUTRA

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments