EDITOR : AULIA RAHMAT

18 Oktober 2016, 16:05 WIB

CINA

Cina meluncurkan pesawat luar angkasa Shenzhou 11 di stasiun Jiuquan, Gurun Gobi, Inner Mongolia. Pesawat ini membawa dua orang astronot (orang Cina menyebutnya taikonot) menuju laboratorium luar angkasa Tiangkong 2.

Proyek luar angkasa ini diawaki oleh Jing Haipeng dan Chen Dong. Dalam dua hari mereka akan sampai pada orbit stasiun luar angkasa. Selanjutnya, selama 30 hari keduanya akan mengamati tumbuhan yang berada di laboratorium. Mereka juga akan memindai tubuh masing-masing menggunakan gelombang ultrasonik, ini bertujuan untuk mengukur seberapa kuat mereka mampu bertahan di luar angkasa.

Sumber: BBC

Shenzou 11 merupakan pesawat luar angkasa ketiga Cina yang dikirim menuju Tiangong. Jika berhasil, ini  akan menjadi waktu terlama para taikonot berada di luar atmosfer. Sebelumnya pada tahun 2015 Cina mengirimkan tiga orang taikonotnya ke laboratorium Tiangkong 1. Mereka mampu bertahan selama 15 hari.

Sumber: BBC

Presiden Cina Xi JinPing berambisi besar mengejar Amerika Serikat dan Rusia dalam urusan teknologi luar angkasa. Untuk mewujudkan mimpinya pemerintah menggelontorkan dana sebesar 2,2 miliar dolar Amerika Serikat per tahun.  Tahun ini Cina menargetkan meluncurkan sebanyak 20 pesawat luar angkasa. China bahkan berencana memiliki stasiun luar angkasa sendiri di tahun 2022. Langkah awal mereka adalah mengembangkan laboratorium Tiangkong 2 menjadi lebih besar dengan cara membekali modul tambahan pada setiap pesawat luar angkasa yang dikirim.

BBC

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments