hero

EDITOR : AULIA RAHMAT

17 Oktober 2016, 17:10 WIB

AMERIKA SERIKAT

Merambahnya para raksasa teknologi dunia ke dalam bisnis infrastruktur jaringan internet menandakan perubahan arah bisnis mereka. Menurut Jonathan Hjembo, Analis Senior Telegeografi, 60 persen dari jaringan kabel bawah laut trans Atlantik adalah untuk kepentingan pribadi. 

Kabel bawah laut ini dibangun untuk meningkatkan kapasitas bandwidth. Nantinya akses internet ini tidak hanya digunakan oleh para pengembang semata. Namun juga untuk pengguna individu atau bahkan penyewa. Ketahanan internet global akan meningkat seiring ramai dan lancarnya lalu lintas penggunaan internet. Di sisi lain, keberadaan kabel ini memberikan Facebook dan Google kontrol berlebih. Sebab pengelolaan kabel akan langsung dilakukan oleh mereka.

Google Loon Project (Sumber: https://www.solveforx.com)

Kabel data bawah laut bukan satu-satunya akses yang sedang  mereka kembangkan. Facebook dan Google sedang memperluas jaringan internet menggunakan drone dan balon udara. Langkah ini dilakukan untuk menjangkau tempat-tempat yang sulit dirambah oleh manusia. Meski demikian, kabel memang menjadi fokus utama mereka.

Menurut Google dan Facebook, pembangunan infrastruktur sendiri memberi kemudahan bagi pengguna internet untuk menjangkau pusat penyimpanan data di Amerika Serikat. Mereka juga ingin menunjukan kalau mereka tidak lagi bergantung kepada pihak ketiga, penyedia akses jaringan internet.  Para raksasa tak perlu lagi mengeluarkan ongkos operasional untuk lalu lintas data mereka. Bahkan pemain-pemain kecil lah yang nantinya akan membayar untuk menggunakan jalur-jalur ini.

HUFFINGTON POST

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments