hero
Tiga bakal calon Gubernur DKI Jakarta. (NET)

EDITOR : TITO SIANIPAR

4 Oktober 2016, 16:30 WIB

DKI JAKARTA, INDONESIA

Lingkaran Survei Indonesia melansir hasil terbaru soal elektabilitas bakal calon Gubernur DKI Jakarta, setelah adanya tiga pasangan mendaftar ke KPU Jakarta. Elektabilitas Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok menurun drastis.

"Ini menjadi semacam peringatan bagi petahana. Elektabilitasnya terus merosot bahkan kali ini hanya di angka 31,1 persen," kata peneliti LSI Adjie Alfaraby, di kantornya, Jakarta, Selasa, 4 Oktober 2016.

Hasil survei LSI menempatkan pasangan Ahok dan Djarot Saiful Hidayat masih berada di atas dengan 31,1 persen. Diikuti oleh pasangan Anies Baswedan dan Sandiaga Uno dengan elektabilitas 21,1 persen.

Anies dan Sandi ketika deklarasi. (NET)

Paling terakhir adalah pasangan Agus Harimurti Yudhoyono dan Sylviana Murni dengan angka 19, 3 persen. Dari total responden, sebanyak 28,2 persen masih merahasiakan pilihannya, tidak tahu, dan juga tidak menjawab.

Menurut Adjie, menurunnya elektabilitas Ahok ini cukup signifikan. Sebelum adanya calon yang mendaftar ke KPU, Ahok punya elektabilitas 59,3 persen. "Karena tingkat kesukaannya terus menurun," kata dia.

Agus dan Sylviana ketika tes kesehatan. (NET)

Dengan hasil ini, Adjie mengatakan pemilihan Gubernur DKI Jakarta bisa berlangsung dua putaran karena tidak ada mayoritas yang menguasai lebih dari setengah suara warga Jakarta. "Siapapun masih punya peluang masuk putaran kedua," imbuh dia.

Adjie menambahkan ada beberapa faktor yang menyebabkan elektabilitas Ahok menurun. Yakni soal kebijakan Ahok yang menggusur kawasan rakyat miskin, juga personality Ahok yang dinilai kasar dan congkak.

Selain itu masih ada persoalan primordial soal sosok pemimpin yang berdasarkan agama. Dan yang paling baru adalah soal adanya alternatif baru calon gubernur yang lebih segar, yakni Anies dan Agus.

Adjie Alfaraby. (NET)

"Juli lalu sebelum pendaftaran ke KPU Jakarta, semua lembaga menyatakan Ahok potensial menang. Pasca pendaftaran, baru seminggu setelah pendaftaran, Ahok sekarang potensial kalah. Dibilang gitu karena tren turunnya elektabilitas Ahok," pungkas Adjie.

PRITA KUSUMA

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments