EDITOR : PUTU DYAH

23 September 2016, 10:35 WIB

DKI JAKARTA, INDONESIA

Objek yang terancam punah ternyata bukan cuma hewan, bahasa atau hal lain di tempat yang sulit dijangkau. Tapi juga kuliner di perkotaan, seperti gabus pucung ala Betawi. Masakan berkuah hitam gurih ini semakin sulit ditemukan. Alasannya karena ikan gabus yang jadi bahan utamanya makin susah dicari di sekitar Jakarta.

Ikan gabus bahan utama gabus pucung. (NET/ Fitriadi Angga)

Padahal kuliner ini erat kaitannya sama sejarah Jakarta lho. Di masa kolonialisme, ikan gabus yang dapat ditemukan di rawa jadi makanan rakyat Betawi. Karena ikan lain seperti bandeng atau ikan mas harganya mahal jadi nggak terjangkau buat masyarakat kebanyakan.

Sekarang tinggal beberapa putra asli Betawi yang masih melestarikan kuliner gabus pucung. Salah satunya di Pondok Gabus Lukman, di daerah Bekasi. Pria ini meneruskan usaha ayahnya yang dimulai sejak 1950. Karena ikan gabus susah dicari di alam, Lukman membudidaya ikannya sendiri untuk memenuhi kebutuhan warung.

Ikan gabus dibersihkan dengan abu. (NET/ Fitriadi Angga)

Proses pengolahan ikan gabus juga unik, yaitu memakai abu gosok. Tujuannya agar ikan mudah dibersihkan dari sisik dan lender. Gabus kemudian dipotong jadi dua atau tiga bagian, sesuai ukuran ikan. Untuk bumbunya, Lukman memakai resep turun temurun. Yaitu campuran kunyit, bawang, jahe  garam dan yang utama pucung atau kluwek.

Berbagai rempah, termasuk kluwek (hitam) untuk bumbu gabus pucung. (NET/ Fitriadi Angga)

Walau jarang ditemukan, masakan gabus pucung masih diminati banyak orang. Apalagi rasa ikan yang kenyal dan gurih dipadukan sambal goang, yaitu sambal cabai hijau khas Betawi. Di warung milik Lukman, setidaknya ada 100 orang yang datang untuk menikmati gabus pucung.

Ikan gabus pucung siap santap. (NET/ Fitriadi Angga)

Satu porsi gabus pucung dijual seharga Rp 35 ribu-Rp 50 ribu. Bagi Lukman, kedatangan pelanggan di warungnya bukan hanya soal bisnis. Tapi juga ikut memberinya semangat untuk terus melestarikan kuliner khas nenek moyang.

TIFFANY ALHAMID

 

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments