hero
Terdakwa kasus suap Panitera PN Jakarta Pusat Doddy Aryanto Supeno saat mendengar vonis di Pengadilan Tipikor , Rabu, 14 September 2016. (Net/Syarifah)

EDITOR : OCTOBRYAN

14 September 2016, 23:45 WIB

DKI JAKARTA, INDONESIA

Majelis hakim tindak pidana korupsi menjatuhkan vonis 4 tahun penjara dan denda Rp 150 juta subsider tiga bulan kurungan terhadap pegawai PT Artha Pratama Anugrah, Doddy Aryanto Supeno.

Terdakwa kasus suap Panitera PN Jakarta Pusat Doddy Aryanto Supeno di Pengadilan Tipikor , Rabu, 14 September 2016. (Net/Syarifah)

Dalam putusannya, Majelis hakim menilai Doddy terbukti menyuap mantan panitera Pengadilan Negeri jakarta Pusat Eddy Nasution sebesar Rp 150 juta untuk sejumlah penanganan perkara yang berkait dengan perusahaan di bawah naungan Lippo Group.

"Menyatakan terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama dan menjatuhkan pidana kepada terdakwa dengan pidana penjara selama 4 tahun dan denda sebesar Rp 150 juta" ujar hakim Sumpeno saat membacakan amar putusannya, Rabu, 14 September 2016.

Dalam pertimbangannya, hakim juga menganggap keterangan Doddy selama persidangan berbelit-belit dan Doddy tidak mengakui perbuatannya. Dalam keterangannya, ia mengaku uang sebesar Rp50 juta yang diberikan pada Edy Nasution tak ada kaitannya dengan perkara.

Baca Juga:
KPK Cokok Lagi Panitera Jakarta Pusat
Begini Kaitan Nurhadi dengan Suap Edy Nasution
Ironi Stori Nurhadi, KPK Dipertanyakan
KPK: Eddy Sindoro Tiga Kali Mangkir Dari Panggilan

Putusan itu lebih rendah dari tuntutan jaksa KPK yang meminta agar Doddy dijatuhi hukuman 5 tahun penjara dan denda Rp 150 juta subsider kurungan 3 bulan karena melanggar dakwaan pertama yakni pasal 5 ayat 1 huruf a UU No. 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU No. 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo pasal 65 ayat 1 KUHP jo pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Menanggapi putusan hakim, Doddy menyatakan pikir-pikir. Dia langsung melangkah keluar ruang sidang tanpa berkomentar apapun saat ditanya awak media. 

Sebelumnya, Edy Nasution  dan Doddy Aryanto Supeno ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi saat keduanya berada di basement parkir hotel di Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat.

Dalam penangkapan tersebut, petugas KPK menyita uang berjumlah Rp 50 juta, yang terdiri dalam uang pecahan Rp 100 ribu. Uang itu dibungkus paper bag bermotif batik.

Uang tersebut diberikan terkait pengajuan permohonan peninjauan kembali (PK) di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

Adapun PK tersebut diajukan terkait perkara perdata yang melibatkan dua perusahaan swasta.

SYARIFAH RAHMA | FOLA TUA HARAHAP

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments