hero

EDITOR : PUTU DYAH

5 September 2016, 10:10 WIB

DKI JAKARTA, INDONESIA

Kata siapa proses sampai jadi Dian yang sekarang ini gampang?

Begitu kata Dian Sastrowardoyo waktu diwawancara dalam program Sarah Sechan NET. Well, yang sekarang kita tahu kan Dian Sastro itu cantik, pintar dan punya banyak hal yang diinginkan wanita-wanita lain. Padahal ada perjalanan panjang yang dia lalui dari kecil sampai membentuk Dian Sastro yang sekarang kita tahu.

Jangan Manja, Hidup Itu Keras

(Foto: Instagram @therealdisastr)

Seorang Dian Sastro juga melalui masa-masa ke sekolah naik angkot, kena palak sama preman dan cerita-cerita lain seperti remaja pada umumnya. Berasal dari kalangan keluarga middle class, ibu Dian meminta anaknya untuk terus belajar.

“Dulu mama bilang, ‘kita bukan orang kaya ya Dian. Saya nggak bisa kalo kamu nggak pinter. Kamu harus lebih pinter dari saya.’ Ini yang mengajarkan saya to be thought in life,” kata Dian.

Sekarang Dian juga mendidik kedua anaknya, Shailendra dan Ishana dengan menerapkan karakter ‘tiger mom’. Sama seperti ibunya, istri Indraguna Sutowo  ini ingin mengenalkan ke anak-anaknya kalau hidup nggak selalu mudah dan butuh perjuangan.

You Should Read More

(Foto: Instagram @therealdisastr)

Apa bacaan kamu waktu kecil? Biasanya anak-anak bakal baca buku yang ringan seperti komik, majalah anak atau buku cerita. Tapi Dian Sastro bacaannya 'berat'. Dari kecil, pemeran Cinta ini sudah dijejali buku-buku sama ibunya, Dewi Parwati Setyorini.

Dian Sastro dan ibunya, Dewi Parwati. (Foto: Instagram @therealdisastr)

Mulai dari cerita Lima Sekawan, sampai buku sastra seperti ‘Catatan Pinggir’ dari Goenawan Mohamad, ‘Burung-burung Manyar’ karangan Y.B.Mangunwijaya dan buku Indonesia atau asing lainnya. Sebelum masuk ke dunia remaja, Dian juga membaca ‘Seven Habits For Highly Effective Teens’ yang memberi dia panduan soal behavior.

Nggak sekedar baca, Dian juga diminta ibunya untuk menulis catatan atau paper tentang isi buku tadi. Jadi nggak heran kan kenapa Dian jadi pribadi yang kritis dan smart seperti sekarang.

Kita Perlu Punya Ambisi

(Foto: Instagram @therealdisastr)

Hidup bukan untuk sekedar hidup. Tapi harus punya ambisi dan tujuan yang dikejar dengan serius. Begitu prinsip dari Dian Sastrowardoyo. Bahkan waktu kecil, ibu dua anak ini sudah diajarkan untuk membuat goal hidup selama 10 tahun ke depan.

Dulu Dian pengen banget kuliah di luar negeri. Untuk mewujudkan keinginannya dia menyusun step by step yang harus dia lalui. Termasuk bagaimana caranya mengumpulkan uang untuk biaya kuliah.

Dari sini, Dian mulai mengenal dunia model yang menurutnya bisa jadi jalan untuk punya penghasilan sendiri. Cewek kelahiran Jakarta ini pun mengumpulkan berbagai info yang menjadi bekal ke pemilihan Gadis Sampul. Termasuk belajar soal pembentukan karakter demi memenangkan ajang ini. Akhirnya, mimpi Dian pun tercapai. Dia menjadi Juara Pertama Gadis Sampul tahun 1996.

(Foto: Instagram @therealdisastr)

Walau akhirnya Dian kuliah S1 dan S2 di kampus ternama dalam negeri, semua proses tadi membawanya ke dunia baru. Yaitu dunia entertainment yang mengangkat namanya di Indonesia dan dunia internasional.

Sekarang Dian sudah terkenal, masuk A-list selebriti Indonesia, lulus S2 dengan gelar Cum Laude dan punya deretan prestasi lain. Tapi semua itu belum cukup buat Dian Sastrowardoyo. Seperti bikin goal waktu remaja, Dian masih punya wishlist dalam hidup yang terus bertambah setiap waktu. Dia bakal terus menambah pengetahuan dan pengalamannya sampai jadi a full package of Dian Sastro.

SARAH SECHAN NET. 

6

shares
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments