hero
Zika merupakan virus yang ditularkan melalui nyamuk dari genus Aedes

EDITOR : OCTOBRYAN

30 Agustus 2016, 20:40 WIB

INDONESIA

Kementerian Kesehatan menemukan sejumlah warga Indonesia yang terjangkit virus Zika. Virus tersebut ditemukan menjangkiti Suku Anak Dalam, Jambi.

"Saya agak lupa berapa lama dari penelitian laboratorium itu menemukan suku anak dalam di Jambi positif Zika," ujar Menteri Kesehatan Nila Moeloek, di Istana Negara, Selasa, 30 Agustus 2016.

Namun dirinya mengatakan penemuan itu merupakan hal yang wajar. Sebab, Suku Anak Dalam masih hidup secara tradisional, sehingga sangat mudah terkena gigitan nyamuk yang membawa virus tersebut.

Sayangnya, Nina tak bisa memastikan berapa jumlah orang yang terjangkit Zika di wilayah itu. Sebab, Kemenkes tak menerima banyak laporan. Apalagi, temuan soal Zika didapat dengan cara tak sengaja melalui penelitian lain.

"Saya nggak bisa tahu tepatnya. Mungkin hanya satu atau beberapa. Sampai saat ini laporan yang ke kami tidak sampai puluhan," tambahnya.

Nila mengatakan, organisasi kesehatan dunia WHO menetapkan virus Zika sebagai salah satu virus yang harus paling diantisipasi, khususnya di daerah Amerika Latin dan Asia.

Virus itu sangat berbahaya, khususnya bagi ibu hamil.

"Yang ditakutkan adalah, kalau Zika terkena ibu hamil, mendapatkan anak-anak dengan kepala kecil. Meski ini butuh pembuktian lagi," ujar Nila.

Nila pun berpesan agar masyarakat selalu menjaga kebersihan lingkungan agar tidak ada lagi tempat untuk nyamuk bersarang. Jangan sampai ada jentik nyamuk bersarang lama di lingkungan tempat tinggal.

Untuk mengantisipasi merebaknya wabah Zika dari luar negeri, Pemerintah memperketat tinjauan kesehatan di bandara. Nantinya pemerintah akan memeriksa penumpang yang terindikasi demam untuk menjalankan tes darah.

Sebelumnya, Sebanyak 41 orang dikabarkan terinfeksi virus zika di Singapura. Kementerian Kesehatan Singapura mengklaim ada 34 orang yang sudah pulih dari virus tersebut. Tujuh orang lainnya masih di rawat di Rumah Sakit Tan Tock Seng.

Kabar tersebut tentunya menggemparkan seluruh negara yang berada di kawasan Asia Tenggara. Beberapa negara juga sudah memberikan travel warning ke Singapura level-2, yang berarti sudah dalam tahap bahaya.

Zika merupakan virus yang ditularkan melalui nyamuk dari genus Aedes. Orang yang terjangkit virus ini akan merasakan sakit kepala, bintik merah pada kulit dan leher yang menyebar dan nyeri punggung.Risiko terbesar dari virus ini adalah jika hinggap di wanita yang sedang hamil. Bisa menyebabkan kelainan pada janin bahkan cacat ketika lahir.

Virus ini menjadi penyakit yang masuk daftar penyebab keresahan dunia.

BACA JUGA: Waspada Virus Zika ke Indonesia

Virus ini ditemukan pertama kali di hutan Zika, Uganda, pada 1947, virus ini diketahui menginfeksi manusia pada 1954. Penderitanya dijumpai di Afrika dan Asia. Virus tersebut tak merebak di Barat. Namun kini Amerika Selatan dihantui virus ini.

Sama-sama ditularkan lewat gigitan nyamuk Aedes aegypti, Zika berbeda dengan demam berdarah. Tak seperti demam berdarah, Zika tak menyebabkan komplikasi fatal pada penderita dewasa dan anak-anak. Zika justru berbahaya bagi janin. Di Brasil, ditemukan ratusan kasus kelahiran bayi dengan otak mengecil (microcephaly) setelah sang ibu terinfeksi virus itu.

Persamaan Zika dengan DBD:
- Ditularkan (vektor) lewat gigitan nyamuk Aedes aegypti.
- Gejala pada awal penjangkitan, pasien akan mendadak terserang demam, merasa lemas, dan keluar bintik-bintik kemerahan pada kulit badan.

Perbedaan Zika dengan DBD:
- Demam pada pengidap Zika tidak terlalu tinggi sebagaimana yang dialami penderita DBD. Panas tubuh pengidap Zika maksimal 38 derajat Celsius.
- Ruam pada kulit pengidap Zika melebar dengan benjolan tipis yang timbul. 
- Muncul rasa nyeri pada sendi dan otot, kadang disertai lebam serta bengkak pada sendi dan otot seperti terbentur serta keseleo ringan. Penderita DBD tak mengalami nyeri pada sendi.
- Mata orang yang terinfeksi virus Zika memerah karena mengalami radang konjungtiva.
- Infeksi virus Zika tidak menunjukkan penurunan kadar trombosit sebagaimana halnya penderita DBD.

Vaksin:
- Pakar Amerika Serikat akan melakukan tes dua calon vaksin pada akhir 2016.

Perempuan hamil dilarang bepergian ke:
- Brasil, Venezuela, Bolivia, Paraguay, Kolumbia, Ekuador, Guyana, Suriname, Guyana, Prancis, Panama, Guatemala, Honduras, El Salvador, Puerto Rico, Guadeloupe, St. Martin, Martinique, Barbados, Kepulauan Virgin, Cape Verde, dan Samoa.

REYSKA RAMDHANI | THE NEW YORK TIME

1

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments