EDITOR : DEWI RACHMAYANI

14 Agustus 2016, 07:00 WIB

YOGYAKARTA, INDONESIA

Rasa cokelatnya enak dengan bahan baku kakao pilihan dengan racikan khas Belgia. Kemasannya unik, ada motif tokoh wayang, candi, kendaraan tradisional dan motif khas daerah lainnya. Kalau sudah begini, siapa yang nggak tertarik untuk beli cokelat satu ini?

Kemasan khas daerah (NET/ ANDREAS PAMUNGKAS)

Dua hal ini, kekuatan yang memang sengaja diciptakan oleh Thierry Detournay, pemilik cokelat Monggo, label cokelat khas Kotagede, Yogyakarta. Strateginya jitu, pasar menyukai cokelat ciptaannya. “Untuk kemasan kami memang terinspirasi dengan budaya Jawa, karena itu menarik dan representatif dari kota ini. Seperti gambar wayang atau gambar ukiran, gambar batik, itu lebih menarik dari pada ikut-ikutan yang sudah ada, warna- warni yang kami tidak merasa cocok,” tutur Thierry

Keunikan cokelat produksi Thierry gak berhenti di sini. Warga Negara Belgia ini juga mencptakan cokelat rasa lokal. Seperti cokelat rasa rendang, pecel, cabai, buah-buahan lokal dan lainnya.

Cokelat Rasa Rendang (NET/ ANDREAS PAMUNGKAS)

Thierry datang ke Yogyakarta tahun 2001, awalnya ia gak niat untuk usaha. Saat sulit menemukan cokelat yang menurutnya berkualitas, Thierry lantas buat cokelat sendiri. Maklum, Thierry memang berasal dari Belgia, negara penikmat cokelat. Awalnya label cokelatnya adalah Cacaomania. Usaha awalnya gak sukses. Saat ia ganti merek jadi ‘Monggo’ yang berarti silakan, baru lah cokelatnya laris di pasaran.

Thierry Detournay (NET/ ANDREAS PAMUNGKAS)

Kini, setiap harinya pabrik cokelat Monggo memproduksi 300 kilogram cokelat dengan berbaga pilihan rasa. Harganya antara 20 ribu hingga 100 ribu rupiah. Tokonya buka jam 8 pagi sampai 6 sore, tak pernah sepi dari pembeli.

Suasana gerai (NET/ ANDREAS PAMUNGKAS)

 

Pabrik cokelat (NET/ ANDREAS PAMUNGKAS)

Usaha Thierry terus berkembang, sekarang gerainya juga ada di Bali, karyawannya sudah hampir 150 orang. Cokelatnya, kerap dipesan online dan terbang ke berbagai negara di Eropa dan Asia Tenggara.

Sukses sudah di tangan, namun Thierry tak henti berinovasi. Dari sosoknya beragam ide terus bermunculan. Kemarin cokelat bentuk sepatu, kemudian hati, kemudian stupa. Esok, entah bentuk dan inovasi apa lagi yang akan ia buat.

ANDREAS PAMUNGKAS

:

1

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments