hero

EDITOR : REZA ADITYA

12 Agustus 2016, 21:35 WIB

MEDAN, INDONESIA

 

Majelis hakim Pengadilan Negeri Medan hanya menjatuhkan hukuman seumur hidup penjara kepada satu terpidana dan empat terdakwa pengedar narkotika jenis sabu-sabu seberat 17 kilogram. Satu terpidana  adalah Julianto alias Yan.

Sedangkan empat terdakwa yang diduga turut serta membantu peredaran barang haram tersebut adalah Bambang Zulkarnain Sayuti, Sofyan Dalimunthe, Dedy Guntary Panjaitan dan Saiful Amri alias Amat.

"Kelima terdakwa melanggar Pasal 114 Ayat (2) UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika," kata Ketua Majelis Hakim, Sabarulina Ginting, saat membacakan vonis, Jumat, 12 Agustus 2016. "Menjatuhkan vonis hukuman seumur hidup penjara."

Vonis ini lebih ringan dari tuntutan jaksa penuntut umum yang menginginkan kelima orang itu dihukum mati. Namun,dalam persidangan majelis hakim memberikan pertimbangan yang meringankan terdakwa. Yaitu, bersikap kooperatif selama masa persidangan.

Sedangkan hal yang memberatkan adalah kelima orang itu tidak mendukung upaya pemerintah dalam pemberantasan perederan narkotika dan obat-obatan terlarang (narkoba).

Kasus kelima orang pembawa narkoba itu terungkap pada Desember tahun lalu. Julianto, yang merupakan terpidana kasus yang sama di rumah tahanan Kelas 1A Tanjung Gusta, Medan, berusaha mengendalikan peredaran barang haram tersebut dari bui.

Julianto menggunakan jasa Sofyan dan Deddy untuk mengedarkan sabu-sabu di kawasan jalan Lintas Sumatera. Petugas Badan Narkotika Nasional (BNN) mencium adanya transaksi haram tersebut. Kemudian langsung dilakukan pengintaian dan penangkapan Sofyan dan Deddy di sebuah stasiun pengisian bahan bakar umum di lokasi yang sama.

Saat penangkapan, aparat menemukan plastik berisi sabu-sabu dengan berat 17 kilogram. Pengembangan terus dilakukan, sehari setelah Soryan dan Dedy dibekuk, petugas menangkap Saiful Amri. Tak lama setelah itu, petugas meringkus Bambang.

Setelah dilakukan penyidikan, keempat ini merupakan pengedar suruhan Julianto.

Jaksa penuntut umum dalam persidangan sebelumnya menjatuhkan vonis mati untuk Julianto. Alasannya, Julianto tidak kapok dengan perbuatannya di kasus peredaran narkotika. Namun, majelis hakim berkata lain.

Jaksa Penuntut Umum, Lamria Sianturi, mengatakan lembaganya masih pikir-pikir untuk mengajukan banding. " Kami laporkan pimpinan dulu ya atas putusan hakim , ini terlalu lemah, sudah maksiimal hukuman mati kok," kata Lamria, usai persidangan.

Kuasa hukum kelima terdakwa itu, Muhammad Amri, cukup puas dengan vonis hakim. Menurut dia, hukuman seumur hidup itu bisa memberikan kesempatan bagi pelaku untuk bertaubat.

YONO SYAHPUTRA (MEDAN)

 

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments