hero

EDITOR : OCTOBRYAN

9 Agustus 2016, 21:05 WIB

DKI JAKARTA, INDONESIA

Pengadilan Negeri Jakarta Selatan mengabulkan sebagian gugatan praperadilan yang diajukan oleh Andro Supriyanto dan Nurdin Prianto. Keduanya merupakan korban salah tangkap terkait kasus pembunuhan Dicky Maulana Juni 2013.

"Tadi putusannya dikabulkan, jadi mereka berdua mendapat Rp 72 juta, masing-masing Rp 36 juta karena menjadi korban salah tangkap," kata Humas PN Jaksel, Made Sutisna saat dihubungi NETZ, Selasa, 9 Agustus 2016.

Putusan yang diketuk oleh hakim tunggal Totok Sapti Indrato menganggap kedua pengamen itu terbukti secara sah dan meyakinkan menjadi korban salah tangkap dan sempat disangkakan sebagai pembunuh. Oleh karena itu, pemerintah wajib membayar ganti rugi kepada kedua pengamen itu.

Hakim memerintahkan negara, dalam hal ini Kementerian Keuangan, sebagai pihak termohon untuk membayar ganti rugi kepada Nurdin dan Andro. Hakim Totok menetapkan negara hanya wajib mengganti kerugian materil, sedangkan ganti kerugian immateril kedua pemohon ditolak seluruhnya.

"Putusan itu bersifat final. Sudah diatur dalam Undang-Undang. Jadi negara wajib mengganti kerugian korban selama dalam tahanan," tambah Made.

Merespon hal itu, Polda Metro Jaya selaku termohon satu menghargai dan menerima putusan Hakim.

"Intinya kami menghargai putusan pengadilan. Ini akan jadi bahan evaluasi untuk kami," ujar Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Awi Setiyono.

Diketahui, keduanya sempat divonis 7 tahun penjara oleh Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, lantaran dituding melakukan pembunuhan terhadap Dicky Maulana, di bawah jembatan Cipulir, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, 30 Juni 2013 lalu.

Namun, mereka mengajukan banding dan dinyatakan tidak bersalah serta dibebaskan Pengadilan Tinggi DKI Jakarta. Sementara, MA menolak permohonan banding Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Tak terima atas apa yang dialami, keduanya kemudian mengajukan permohonan pra peradilan dengan nomor perkara 98/Pid.Prap/2016/PN.Jkt.Sel, terkait ganti rugi dugaan salah tangkap. Kedua pemohon menggugat Polda Metro Jaya dan Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta untuk membayar ganti rugi sekitar Rp 1 miliar atas dugaan kasus salah tangkap terhadap mereka.

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments