hero

EDITOR : AULIA RAHMAT

8 Agustus 2016, 17:02 WIB

DKI JAKARTA, INDONESIA

TNI Angkatan Laut menerima KRI Tarakan 905 dari dari PT Dok & Perkapalan Kodja Bahari di Dermaga II, Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, 8 Agustus 2016. 

Kepala Staf Angkatan Laut, Laksamana Ade Supandi meninjau langsung kondisi kapal bantuan cair minyak (BCM) berbobot 2400 ton ini. Menurutnya pembuatan kapal ini sudah dilakukan sejak 2014 yang lalu untuk menggantikan kapal-kapal sejenis yang telah uzur.

"Kita ada enam BCM. Namun usianya di atas 40 tahun, sehingga harus diganti untuk memenuhi susunan tempur angkatan laut," ujar Ade Supandi kepada para wartawan.

KRI Tarakan merupakan kapal  tipe bantuan cair minyak yang mampu melakukan replenishment atau pengisian bahan bakar kepada kapal lain ketika sedang berlayar di laut. Hebatnya, pengisian dapat dilakukan melalui dua sisi di badan kapal. 

Dengan adanya kapal ini semakin memudahkan pergerakan kapal perang yang sedang menjalankan operasi militer. Kapal-kapal yang kehabisan energi tidak perlu lagi kembali ke pangkalan hanya untuk mengisi bahan bakar.

Secara keseluruhan kapal ini memiliki panjang 122,4 meter, lebar 16,5 meter dan tinggi 9 meter. KRI Tarakan berdaya jelajah 7.680 nm dengan kecepatan hingga 18 knots. Total daya tampung muatan BBM kapal ini mencapai 5500 matrik.

KRI tarakan dibuat oleh PT Dok & Perkapalan Kodja Bahari. Perusahaan galangan ini merupakan badan usaha pelat merah yang dikelola dan dikerjakan oleh anak bangsa. Selain memperkuat TNI AL. Proyek ini juga menjadi sarana untuk mengembangkan industri galangan kapal di dalam negeri. 

"Proyek ini diharapkan dapat menghidupkan industri galangan dalam negeri dalam rangka pemenuhan kekuatan pertahanan, khusunya Angkatan Laut," Ade menambahkan.

Penggunaan nama Tarakan diambil dari nama Kota di Provinsi Kalimantan Utara. Dahulu kota Tarakan merupakan daerah penghasil minyak terbesar di Indonesia yang menopang kebutuhan energi di Pulau Jawa.

Sama seperti KRI Tarakan. Semua kapal BCM yang dimiliki TNI AL menggunakan nama daerah penghasil minyak di Indonesia. Seperti, KRI Sorong 911, KRI Arun 903, KRI Balikpapan 901 dan KRI Sungai Gerong 906. Ini bermakna kapal ini siap memberikan energi bagi kapal-kapal lain untuk kejayaan TNI AL.

Aulia Rahmat 

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments