hero

EDITOR : PUTU DYAH

7 Agustus 2016, 11:05 WIB

INDONESIA

Buat kamu yang bekerja full time pasti merasakan susahnya punya waktu luang untuk liburan. Jadwal kerja padat, lemburan, belum lagi waktu cuti yang nggak gampang diambil membuat momen bersantai ini jadi berharga banget. Terus bagaimana dong biar tetap bisa memenuhi hasrat travelling kita? Nikki Vargas, travel journalist dari Huffington Post punya tujuh cara untuk para full time worker agar tetap bisa jalan-jalan keliling dunia.

Atur Jatah Liburan dengan Cermat

Dalam satu bulan, biasanya pekerja mendapat satu hari cuti. Total dalam satu tahun ada 12 hari yang bisa dipakai untuk bersenang-senang. Di luar itu, ada waktu libur akhir pekan atau di hari lain yang sudah jadi hak kita dalam seminggu.

Nah, misalnya kamu mau travelling ke Nepal selama delapan hari, kamu nggak perlu mengambil full delapan hari jatah cuti. Tapi gabungkan dengan dua hari libur yang lain. Tandai di kalender, tanggal berapa yang pas untuk menggabungkan hari libur ini. Dengan begitu, kamu masih punya jatah cuti yang disimpan untuk liburan selanjutnya.

Perencanaan liburan penting untuk kamu yang kerja full time. (Foto: Pixabay)

Cari Tiket Pesawat yang Terjangkau

Merencanakan liburan bukan cuma soal waktu. Tapi juga mengatur transportasi yang tepat agar liburan kita tetap hemat. Pilih jadwal keberangkatan di weekdays karena biasanya tiket di hari itu lebih murah daripada akhir pekan.

Kamu juga bisa mendapat tiket dengan harga miring kalau memilih waktu cuti di luar peak season. Beberapa maskapai penerbangan biasanya menginformasikan promo-promo liburan yang mereka adakan. Jadi liburan kamu bisa diatur dari jauh-jauh hari.

Cari Tahu Travel Program di Kantor Kamu

Ini bukan berarti kamu harus kerja di biro travelling atau tempat sejenis. Tapi di setiap kantor biasanya ada kesempatan ke luar kota untuk para pekerjanya. Seperti untuk pembukaan cabang baru, pengecekan lapangan di satu daerah atau malah menemani atasan untuk penandatanganan kontrak di luar negeri.

Kesempatan-kesempatan ini lah yang bisa kamu kejar untuk jalan-jalan. Memang butuh effort lebih supaya kamu bisa bersaing di antara teman kerja yang lain. Tapi kalau berhasil, kan kamu juga yang beruntung. Dengan begitu, kamu bisa menjajal daerah baru, mencoba komunikasi dengan bahasa asing, juga mencicipi kuliner yang nggak biasa kita makan.

Jalan bareng rekan kantor atau teman satu tongkrongan bisa jadi pilihan. (Foto: Pixabay)

Penuhi Hasrat Jalan-Jalan dengan Keliling Kota

Sudah kepengen jalan-jalan tapi masih belum dapat waktu cuti? Coba cek lagi berbagai lokasi wisata di kota kamu. Pasti ada tempat-tempat yang belum kamu jelajahi. Entah tempat makan baru, pameran seni atau objek-objek menyenangkan lainnya.

Kalau belum ketemu juga, coba melipir sedikit ke daerah-daerah sekitar tempat tinggal kamu. Di sini kamu bisa merasakan atmosfer berbeda yang asyik untuk sejenak melupakan urusan kerja. Travelling seperti ini juga ada keuntungannya. Kamu bisa berhemat karena nggak harus memakai jatah cuti tahunan dan nggak perlu menguras tabungan.

Nikmati Perjalanan Lewat Buku

Well, cara ini bisa dipakai untuk kamu yang mau tahu sana-sini tapi belum punya waktu dan uang yang cukup. Cari buku-buku panduan travelling atau travel diary dari orang-orang. Lewat cerita dan foto yang mereka hadirkan dalam bukunya, kamu bisa ikut menikmati suasana di berbagai tempat.

Manfaatkan gadget agar kamu bisa mengontrol pekerjaan di mana saja. (Foto: Pixabay)

Kontrol Pekerjaan Kamu dengan Gadget

Zaman sekarang banyak hal dilakukan secara digital. Thanks to laptop, smartphone , internet dan semua gadget yang ada saat ini. Semua bisa menghubungkan kita dengan banyak hal.

Terus bagaimana memanfaatkannya untuk liburan? Buat kamu yang susah terlepas dari urusan kerja tapi sudah bosan dengan kantor, pastikan pekerjaan kamu bisa dikontrol lewat berbagai perangkat teknologi itu. Setelah itu kamu bisa explore ke tempat baru dan menikmati momen-momen di sana.

Ganti Pekerjaan Kamu Menjadi Freelancer

Salah satu cara terbaik biar bisa travelling sesuai yang kita mau adalah dengan bekerja sebagai freelancer. Bisa jadi kamu nanti memperoleh pendapatan lebih sedikit dari biasanya. Tapi ada keuntungan lain yaitu waktu yang lebih banyak.

Kamu juga bisa berkomitmen untuk menjadi ‘full time freelancer’ daripada terikat dengan satu perusahaan. Keuntungannya kamu bisa lebih fokus di satu bidang, bekerja lebih profesional dan bebas memilih waktu liburan kapan pun kamu mau. Untuk mendukung pekerjaan sebagai freelancer, jangan lupa matangkan dulu persiapan kamu ya. 

Tentukan skala prioritas antara pekerjaan dan travelling agar kamu lebih bahagia. (Foto: Pixabay)

Jadikan Perjalanan Sebagai Prioritas Kamu

Untuk kamu yang sudah addicted to travel, mungkin sudah saatnya meninggalkan pekerjaan, baik sebagai full time worker atau freelancer. Bukan tidak mungkin, nanti kamu menemui masalah keuangan di tengah perjalanan. Tapi ada juga orang-orang yang bertahan hidup dengan uang seadanya dan tetap bisa jalan-jalan keliling dunia.

Sekarang pilihannya adalah merelakan waktu senang-senang kamu demi menyimpan lebih banyak uang atau melepaskan materi demi melihat dunia lebih luas. Setiap keputusan tentu punya resikonya masing-masing. Tinggal kamu menentukan, jalan hidup mana yang membuat kamu lebih bahagia.

HUFFINGTON POST 

1

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments