hero

EDITOR : REZA ADITYA

7 Agustus 2016, 03:20 WIB

INDONESIA

Kepala Polri Jenderal Tito Karnavian menginstruksikan segenap jajaran kepolisian daerah (Polda) untuk meningkatkan pengawasan terhadap kejahatan dunia maya atau siber. Tito bahkan meminta setiap polda untuk melakukan patroli rutin menyisir sejumlah media sosial di dunia maya.

"Jadi ada namanya   patroli di fisik dan ada di dunia maya," kata Tito, di Yogyakarta, Sabtu, 6 Agustus 2016. "Untuk melihat potensi provokasi -provokasi."

Tito menjamin gencarnya patroli siber yang dilakukan nanti bukan untuk membatasi kebebasan berekspresi setiap masyarakat. Dia justru mendukung penuh iklim demokrasi dengan di media sosial atau pun dunia maya. "Yang kita anggap rawan dan berbahaya maka kami lakukan langkah-langkah netralisir," ujar dia.

Tujuan utama dari peningkatan patroli siber ini, kata Tito, sebagai upaya meminimalisir konflik yang terjadi antar masyarakat. Sebut saja konflik berbau Suku, Ras, Agama dan Antargolongan (SARA) seperti yang terjadi belum lama ini di Tanjungbalai, Sumatera Utara.

Mantan Kapolda Metro Jaya ini juga mengimbau kepada masyarakat untuk tidak terprovokasi dengan adanya berita di media sosial yang diragukan kebenarannya. Karena menurut Tito, sebagian besar konflik yang terjadi disebabkan dari percikan provokasi di media sosial atau dunia maya.

Sabtu pekan lalu, kerusuhan terjadi di Tanjungbalai, Sumatera Utara. Belasan vihara dan kelenteng dibakar warga. Penyebab utamanya hanya karena salah paham soal pengeras suara masjid. Salah seorang warga keturunan Tionghoa berinisial M  merasa keberatan dengan pengeras suara masjid di depan rumahnya. 

M lalu mengajukan protes kepada pengurus masjid. Pengurus masjid merasa tidak senang dan sempat diwarnai perdebatan. Akhirnya aparat kepolisian yang sedang berjaga berusaha menjadi mediator keduanya. Belum juga mediasi selesai, timbul provokasi melalui media sosial. 

Warga lainnya terpancing saat membaca postingan seseorang bernada provokatif itu. Amuk masa tak dapat dihindari. Mereka menganggap salah paham yang terjadi antara M dan pengurus masjid terkesan melecehkan agama tertentu.

Belakangan, Direktorat Kriminal Khusus Polda Metro Jaya menangkap AT, 41 tahun. AT merupakan pelaku yang memprovokasi warga Tanjungbalai. Pelaku membuat akun media sosial kemudian menuliskan status dengan bunyi: "Tanjungbalai, Medan Rusuh 30 Juli 2016!! 6 Vihara dibakar buat Saudara Muslimku mari rapatkan barisan... Kita buat tragedi 98 terulang kembali, Allahu Akbar."

Tak hanya sampai di AT, kini polisi juga sedang mengejar pelaku lain yang diduga sebagai dalang provokator kerusuhan itu. Untuk itulah Tito kini meminta jajaran polda meningkatkan patroli siber.

ANDERAS SIGIT (YOGYAKARTA)

 

BACA JUGA
Rusuh Tanjungbalai, Pemerintah Minta Masyarakat Tahan Diri
Begini Detik-detik Kerusuhan Tanjungbalai
Ini Saran Kapolri dan Menteri Khofifah Cegah Kasus Tanjungbalai Terulang
Tokoh Lintas Agama: Tanjungbalai Kondusif!
Ini Sosok Penyebar Kebencian Kasus Tanjungbalai

 

1

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments