hero
Ilustrasi Daerah Rawan Malaysia-Filipina

EDITOR : OCTOBRYAN

7 Agustus 2016, 18:30 WIB

MALAYSIA

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Indonesia, Arrmanatha Nasir mengonfirmasi bahwa satu lagi Warga Negara Indonesia yang bekerja sebagai kapten kapal diculik kelompok bersenjata di perairan Malaysia.

"Kita sudah dapat kabarnya sejak 5 Agustus, korban adalah WNI kapten kapal berbendera Malaysia dan kejadian di wilayah perairan Malaysia," ujar Tata melalui sambungan telepon kepada NETZ, Minggu, 7 Agustus 2016.

Lebih lanjut, Tata menjelaskan bahwa kapal penangkap udang berbasis di Sandakan, Malaysia, tersebut dirampok pada 3 Agustus 2016, sekitar pukul 16.00 waktu setempat. Selain kapten WNI tersebut, terdapat beberapa anak buah kapal (ABK) lainnya. Namun perampok membebaskan mereka. 

Baca Juga:
Sambangi Kelompok Separatis Filipina Demi Mencari Jawaban
Bahas Sandera Abu Sayyaf, Tiga Negara Kembali Bertemu
Tiga WNI Kembali Diculik Kelompok Abu Sayyaf di Malaysia
Ultimatum Filipina, Panglima: Biarkan Saja Mati Lampu

Dirinya menegaskan saat ini Kedutaan Besar Republik Indonesia di Kuala Lumpur, Konsulat Jenderal Republik Indonesia Kota Kinabalu, dan Konsulat Jenderal Republik Indonesia Kota Davao masih melakukan verifikasi pelbagai pihak di Malaysia dan Filipina. Hal tersebut, paparnya, karena ditemukan sejumlah perbedaan. 

"Kami akan lakukan konfirmasi lebih lanjut terkait hal itu," tutup Tata.

Kementerian Luar Negeri sendiri belum mau menyebut siapa identitas WNI korban penculikan itu.

Sebelumnya, Juli lalu, sejumlah orang bersenjata telah menculik tiga orang warga Indonesia di wilayah perairan bagian timur negara bagian Sabah, Malaysia.

Dan Kementerian Luar Negeri sampai sekarang masih melakukan penanganan terhadap tujuh sandera WNI sekaligus awak kapal TB Charles yang diculik.

Meski demikian, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dan Panglima TNI Gatot Nurmantyo membantah bahwa seringnya warga negara Indonesia menjadi korban penyanderaan dari kelompok yang diduga Abu Sayyaf disebabkan oleh anggapan bahwa pemerintah akan membayar tebusan sandera tersebut.

Pemerintah Indonesia pun berupaya membebaskan 10 WNI yang disandera di Filipina dengan meminta bantuan kepala Front Pembebasan Nasional Moro (MNLF), Nur Misuari.

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments