hero

EDITOR : PUTU DYAH

4 Agustus 2016, 05:30 WIB

INDONESIA

Sudah makan tapi masih merasa lapar? Kamu mungkin memilih makanan yang salah. Terkadang kita iseng mengonsumsi cemilan sebagai pengganjal lapar. Tapi ada beberapa jenis makanan yang tampilan, aroma juga rasanya bikin kita kepengen makan lagi dan lagi. Berikut empat kelompok makanan yang membuat kita semakin lapar:

Keripik Kentang, Krakers dan Roti

(Foto: Pixabay)

Keripik, krakers dan roti termasuk makanan yang mengandung karbohidrat. Saat kita mengonsumsinya kadar gula dalam darah meningkat. Tubuh merespon dengan melepas hormon insulin yang membawa gula darah ke tempat penyimpanan. Nah, karena sumber energi ini sudah terkunci, rasa lapar kita bisa semakin besar. Kandungan garam dalam keripik kentang juga membuat nafsu makan meningkat. Konsumsi garam berlebih membuat seseorang makan 11% lebih banyak dari biasanya.

Kue, Biskuit dan Makanan Manis

(Foto: Pixabay)

Menurut penelitian di Fakultas Ilmu Kedokteran Universitas Yale, gula bisa meningkatkan kerja otak dan nafsu makan kita. Di dalam otak terdapat bagian yang berfungsi mengendalikan nafsu makan seseorang, yaitu talamus, hipotalamus dan insula. Tapi konsumsi makanan manis sebagai dessert, membuat bagian ini tetap aktif. Akibatnya, mulut kita tetap nggak berhenti mengunyah. Walau sebenarnya otak memberi komando untuk berhenti karena kebutuhan energi sudah terpenuhi.

Yoghurt Cepat Saji

(Foto: Pixabay)

Beberapa jenis yoghurt dimanfaatkan untuk diet. Tapi ada juga yoghurt cepat saji yang justru bisa berbahaya. Label rendah lemak pada produknya dikemas dengan gula, karbohidrat dan olahan lain. Kandungan-kandungan inilah yang bisa meningkatkan rasa lapar. Kalau makanan berlabel rendah lemak sudah ada di depan kamu, coba siasati dengan mengunyahnya secara perlahan. Dengan begitu kamu bisa cepat merasa kenyang. Sementara kalau terburu-buru menelan makanan, keinginan kamu untuk memakannya lagi bisa semakin besar.

Minuman Bersoda dengan Pemanis Buatan

(Foto: Pixabay)

Pernah melihat minuman soda atau makanan lain yang disebut menggunakan pemanis rendah kalori atau bahkan nol kalori? Nyatanya, makanan ini tetap berpengaruh pada metabolisme tubuh. Menurut penelitian dari Australia, saat pemanis buatan mengenai lidah, otak akan mengirim sinyal agar tubuh mendapat energi atau kalori. Ketika kandungan ini tidak ada, otak mendorong kita untuk mengonsumsi lebih banyak makanan agar kebutuhan energi tetap terpenuhi. Jadi saat makan, lebih baik meminum air putih yang netral daripada diet soda yang justru membuat nafsu makan kita semakin besar.

AVILA RIA | TIME

3

shares
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments