EDITOR : DEWI RACHMAYANI

27 Juli 2016, 22:35 WIB

KOTA SEMARANG, INDONESIA

Tangguh, cerdas, pejuang, itu Firna Larasanti, gadis kelahiran 1 September 1994.

Ibu Firna, Siti Suswanti bekerja sebagai buruh cuci. Ayah Firna, Misiyanto, berprofesi sebagai pemulung.

Sehari-hari, mereka hidup dalam himpitan ekonomi. Namun, Firna dan orang tuanya sama-sama berjuang. Ayah dan Ibu Firna bahu membahu banting tulang mencari uang untuk biaya kuliah Firna. "Saya dan ibu, gimana caranya untuk mengangkat, saya tetap akan bekerja membanting tulang. Itu caranya berjuang. Gubuk begini tidak saya pikirkan, yang penting anak-anak bisa makan. Seperti saya tidak sekolah, ibu juga tidak sekolah, yang penting anaknya bisa sekolah, mendapat pekerjaan, bisa melanjutkan sekolah lagi, sudah Alhamdullilah," tutur Misiyanto. 

Sementara Firna, berjuang di bangku kuliah menyiapkan masa depan terbaik untuk dirinya, untuk keluarganya.

Dan perjuangan keluarga ini, terbayar Rabu, 27 Juli 2016.

Di Rabu, Firna tak lagi berstatus Mahasiswi Ilmu Politik dan Kewarganegaraan Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Semarang. Anak buruh cuci dan pemulung ini, resmi menyandang predikat Sarjana Sosial.

Firna tak sekadar lulus. Untuk ayah ibunya, Firna lulus dengan predikat cum laude. Ia menjadi salah satu wisudawan terbaik di angkatannya. IPKnya 3,77, masa studinya kurang dari 4 tahun.

“Alhamdulillah saya dapat diwisuda hari ini, sesuatu yg mungkin sangat mustahil. Tetapi keajaiban Allah SWT yang menjadikan saya berada di sini, saya sangat senang, saya ingin menunjukkan ke semua orang bahwa orang tua saya ini orang tua terindah yang dapat mengantar saya menjadi wisudawan,” tutur Firna di hari istimewanya.

Bagi Siti, 27 Juli saat sang puteri diwisuda, tentu menjadi tanggal istimewa. Harapannya kini, agar Firna menjadi sosok yang berguna, “Mudah-mudahan dek Firna nanti kedepannya bisa memanfaatkan ilmunya, mengembangkan ilmunya dan menjadi anak yang berguna bagi agama, bangsa, negara dan juga mudah-mudahan dia bisa mengamalkan dalam kebaikan.”

Mimpi Firna tinggi. Kini, besar inginnya untuk membidik jenjang magister di Ilmu Politik. Jalan untuk Firna sudah terbuka. “Kami telah melaporkan pada Kementrian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi untuk mendorong Firna bisa menjadi dosen setelah lulus dari program S2 nantinya, karena memang persyaratan dosen kan minimal magister. Selain itu kami akan memfasilitasi Firna untuk menyiapkan studi lanjut, bisa di Singapura, Insya Allah akan bisa tercapai,” jelas Fathur Rokhman, Rektor Universitas Negeri Semarang tentang rencana kampus memuluskan jalan Firna meraih mimpi melanjutkan pendidikannya.

Siti Suswanti dan Misiyanto, telah berhasil mengantar puteri mereka meraih mimpi pertama, menjadi sarjana. Berikutnya, pasangan buruh cuci dan pemulung ini, kembali akan menemani puteri mereka meraih mimpi selanjutnya, menjadi politisi. Seperti yang dituturkan Firna tentang profesi impiannya kepada NET, “Saya ingin menjadi politisi yang beretika dan membawa perubahan bagi negeri.”

LINTANG PUDYASTUTI

 

 

6

shares
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments