hero
Chairil Anwar. (wikipedia)

EDITOR : TITO SIANIPAR

26 Juli 2016, 19:00 WIB

INDONESIA

...
Aku ini binatang jalang
Dari kumpulannya terbuang
...

Penggalan puisi itu adalah salah satu penggalan puisi yang paling akrab di telinga orang Indonesia. Itu adalah penggalan puisi berjudul Aku karya Chairil Anwar.

Penyair yang dijuluki si binatang jalang ini --juga diambil dari puisi Aku, lahir hari ini, 26 Juli 1922. Jika isi puisi Aku-nya benar-benar terjadi, yakni dia hidup seribu tahun, maka hari ini adalah hari ulang tahunnya yang ke-94.

“Dia pemikir, nasionalis, pemikir modern, dan pemikiranya dituangkan ke puisi. Dia lebih dari sekedar pemikir modern," kata sastrawan Amarzan Loebis, kepada NET.Z, Selasa, 26 Juli 2016.

Lahir di Medan, Sumatera Utara, Chairil dikenal sebagai peletak tonggak puisi modern Indonesia. Setelah mempublikasikan puisi pertamanya Nisan pada 1942, Chairil terus melahirkan karya. Tema-tema yang kerap diusungnya adalah pemberontakan, kematian, indiviualisme, dan eksistensialisme.

“Yang membedakan ia dengan penulis lainya, ia menggunakan bahasa Indonesia modern yang belum digunakan. Bukan hanya sekedar cita-cita, bukan hanya pujian-pujian, tapi puisinya konkret,” ujar Amarzan.

Lahir di keluarga pejabat --ayahnya adalah Bupati Indragiri, Riau, membuat Chairil bergaul dengan dunia buku. Di usia 19 tahun, ia pindah ke Batavia dan berkenalan akrab dengan dunia sastra. 

Pujangga yang dikenal sebagai pentolan Angkatan 45 ini menguasai berbagai bahasa asing. Diantaranya Inggris, Belanda, dan Jerman. Padahal pendidikan yang dienyamnya hanya MULO yang setingkat Sekolah Menengah Pertama.

“Bersama Sitor Situmorang, Chairil dan sastrawan Indonesia pada angkatan tersebut berperan membentuk sastra yang lebih lugas, lebih bernyawa dan membuktikan bahwa perjuangan mendukung kemerdekaan dapat juga dilakukan oleh sastra. Karena sastra tidak terpisahkan dari masyarakat," kata pengamat sastra Damar Juniarto.

Chairil meninggal muda di usia 27 tahun karena komplikasi berbagai penyakit, seperti TBC, tifus, paru-paru dan lainnya. Ia menghembuskan nafas terakhirnya di Rumah Sakit CBZ (sekarang RSCM) pada 28 April 1949. Ia meninggalkan seorang putri bernama Evawani Alissa.

Tak seperti umurnya yang pendek, karya-karya Chairil abadi dan dikenang sepanjang masa. Selain Aku, beberapa puisi lainnya yang terkenal adalah Karawang - Bekasi, Cintaku Jauh di Pulau, Diponegoro, Doa, dan Maju. Beberapa karyanya juga diterjemahkan ke bahasa asing, Jerman, Inggris, dan Spanyol.

DIYAS PRADANA

1

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments