hero
Orangutan selundupan di Balai Konservasi Satwa. (NET/Yopi)

EDITOR : TITO SIANIPAR

21 Juli 2016, 06:00 WIB

KABUPATEN CIAMIS, INDONESIA

Balai Konservasi Sumber Daya Alam Jawa Barat menyelamatkan seekor bayi orangutan Kalimantan dari warga di wilayah Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat. Orangutan berjenis kelamin betina yang berusia 7 bulan ini diduga merupakan hasil selundupan dari Kalimantan.

Staf bidang Badan Konservasi Sumberdaya Alam Ciamis Toto Kuswanto mengatakan kasus ini terkuak karena si pemilik hendak mengurus surat izin memelihara ke Kantor BKSDA Ciamis. "Setelah diberi penjelasan dengan dua opsi disita atau diserahkan, akhirnya pemilik menyerahkan orangutan tersebut," kata Toto, Rabu, 20 Juli 2016.

Kantor BKSDA Ciamis yang juga meliputi wilayah Tasikmalaya, Pangandaran, dan Garut. Toto tergabung dalam tim evakuasi penanganan konflik satwa BKSDA Ciamis.

Berdasarkan penuturan pemilik, kata Toto, orangutan tiba di Pangandaran akhir pekan lalu. Esoknya, pemilik datang ke taman wisata alam (TWA) Pananjung, Pangandaran, dengan maksud meminta surat izin memelihata orangutan. 

Tim BKSDA, lanjut Toto, kemudian menjemput orangutan dari pemiliknya. "Kami juga langsung membawa ke dokter hewan untuk memeriksakan kondisi kesehatannya, dan dinyatakan sehat," ungkap Toto.

Menurut Toto, orangutan tersebut dibawa dari Kalimantan melalui jalur laut dengan kapal nelayan. Selanjutnya diserahkan kepada pemiliknya di Pangandaran. 

Karena baru berusia 7 bulan, bayi orangutan itu dititipkan di Pusat Penyelamatan Satwa, Kananga, Sukabumi. Kondisi orangutan yang dipasangi popok itu tampak sehat. Primata yang dimasukkan dalam ruang tersebut juga jinak. Saat digendong petugas, orangutan terlihat manja. 

Beberapa kali mulutnya mengisap lengan petugas tetapi tidak menggigit. Ketika diberi tutup botol dot, orangutan tersebut langsung menyedotnya. Agar tidak stres, binatang tersebut dibiarkan bermain di dalam ruang. 

"Sebelum dikembalikan ke habitatnya, orangutannya harus menjalani latihan penyesuaian hidup bebas di hutan," tutur Toto.

Orangutan Kalimantan merupakan spesies langka dan terancam punah. Di Indonesia, populasi satwa bernama latin Pongo pigmaeus ini tersisa sekitar 54 ribu ekor. Kondisi ini terjadi karena habitat asli mereka di hutan Kalimantan rusak akibat pembalakan dan alih fungsi kawasan hutan.

OCTOBRYAN | YOPI ANDRIAS

1

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments