hero
Santoso. (NET)

EDITOR : TITO SIANIPAR

19 Juli 2016, 20:30 WIB

DKI JAKARTA, INDONESIA

Wakil Presiden RI Jusuf Kalla mengapresiasi aparat kepolisian dan TNI yang terlibat dalam operasi penangkapan teroris. Setidaknya ada dua teroris yang berhasil dilumpuhkan untuk selanjutnya dilakukan identifikasi.

"Tentu kami mengucapkan penghargaan kepada polisi dan tentara yang telah melakukan operasi besar-besaran selama berbulan-bulan untuk itu," kata Jusuf Kalla, Selasa, 19 Juli 2016. "Kalau upaya berhasil, berarti kita bisa menyelesaikan masalah Poso untuk kesekian kalinya," imbuh Kalla.

Penyergapan aparat Satgas Tinombala terhadap kelompok Mujahiddin Indonesia timur terjadi di Tambarana, Poso pesisir utara, Senin 18 Juli 2016. Dalam baku tembak itu, aparat menewaskan dua orang yang termasuk dalam daftar pencarian orang atau DPO. Satu diantaranya, diduga Abu Wardah alias Santoso yang sudah buron sejak 2012 lalu.

BACA JUGA:
Siapa Santoso? Ini Empat Hal Mengenai Dia
Dua Jenazah Hampir Dipastikan Sebagai Santoso dan Muktar
Evakuasi Jenazah Diduga Santoso Terkendala Hujan
Polisi Tunggu Tes DNA untuk Pastikan Jenazah Santoso

Selain melumpuhkan dua teroris, aparat juga menyita dua buah senjata jenis M-16 yang digunakan kedua DPO orang itu. Sempat terjadi baku tembak antara aparat dan pihak terduga teroris.

Kelompok Mujahidin Indonesia timur merupakan kelompok garis keras Islam yang lahir sebagai aksi solidaritas muslim dari beberapa daerah, atas konflik komunal antara Islam dan Kristen pada tahun 1998 di Poso. Pasca konflik, kelompok yang dipimpin Abu Wardah alias Santoso ini, masih aktif menebar teror.

ANAN SURYA | MELISA ESTER LOLINDU

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments