hero

EDITOR : TITO SIANIPAR

14 Juli 2016, 15:45 WIB

DKI JAKARTA, INDONESIA

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok diperiksa polisi terkait pembelian lahan di Cengkareng Barat.

"Pertanyaan inti ada empat macam," kata Ahok seusai diperiksa di kantor Badan Reserse Kriminal Mabes Polri, Jakarta, 14 Juli 2016.

Ahok mengaku memberi keterangan soal proses pembelian lahan Cengkareng tersebut. "(Karena) kami duga ada gratifikasi dan segala macamnya," kata Ahok.

Selain gratifikasi, kasus pembelian lahan seluas 4,6 hektar itu juga mengandung unsur pemalsuan dokumen. "Kami sudah ajukan. Ada pemalsuan dokumen juga," kata Ahok.

Pembelian tanah itu menjadi temuan Badan Pemeriksa Keuangan pada audit tahun anggaran 2015. Kasus yang meledak sejak Juni 2016 ini diduga bermuatan kolusi.

Dinas Perumahan dan Gedung DKI Jakarta membeli lahan dari Toeti Noezlar Soekarno seharga Rp 668 miliar. Padahal tanah itu tercatat sebagai aset pemerintah daerah sejak 1967.

TS | YASSED SATRIA

2

shares
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments