hero
Ilustrasi Perairan Malaysia. (Pixabay)

EDITOR : YAYAN SUPRIYANTO

11 Juli 2016, 12:54 WIB

JAKARTA, INDONESIA

Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo membenarkan jika tiga warga negara Indonesia kembali diculik oleh kelompok Abu Sayyaf. Ketiga WNI itu adalah Emanuel, Lorens Koten dan Teodorus Kopong. Mereka diculik saat menangkap ikan di perairan Lahad Datu, Malaysia, Sabtu lalu, 9 Juli 2016 sekitar pukul 11.40 malam waktu setempat.

“Benar telah terjadi penculikan di wilayah Malaysia yang menculik kelompok Abu Sayyaf," kata Gatot ketika ditemui di Istana Negara, Jakarta. Senin, 11 Juli 2016.

Gatot menambahkan, untuk mencari posisi ketiga WNI tersebut saat ini pemerintah Indonesia terus melakukan komunikasi dengan pemerintah Malaysia dan Filipina. TNI juga telah siap jika memungkinkan untuk melakukan operasi militer.

“Saya melakukan operasi intelejen, tujuannya untuk mempersiapkan segala kemungkinan. Begitu kita diizinkan Filipina masuk, kita akan masuk. Apapun kita lakukan dan siap," imbuh Gatot.

Informasi pembajakan ini disampaikan pihak Malaysia pada Minggu 10 Juli 2016. Tujuh ABK yang berada di Kapal Pukat Tunda dengan rincian empat WNI dan tiga WNA ditahan oleh lima orang dengan membawa senjata api jenis M 16, M 14, dan M4 Carbine Launcher. Dari tujuh ABK tersebut, tiga orang diculik sementara empat lainnya dibebaskan karena tidak memiliki dokumen identitas atau paspor.

Berdasarkan informasi yang dikumpulkan oleh pihak Malaysia, kelompok yang kerap melakukan penculikan saat hari raya berasal dari kelompok Muktadil Bersaudara yang diketuai oleh Nikson Muktadil dan Brown Muktadil. Kelompok ini bermarkas di Languyan, Tawi-Tawi, Filipina.

REYSKA RAMDHANY

2

shares
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments