hero
Meme "Kapan Nikah" (1cak.com)

EDITOR : DEWI RACHMAYANI

8 Juli 2016, 22:05 WIB

JAKARTA, INDONESIA

Lebaran selain identik dengan ritual maaf-maafan, juga lekat dengan pertanyaan ‘Kapan nikah?’. Umumnya ditanyakan oleh keluarga besar kepada anggota  keluarga berumur 30-an tahun ke atas yang belum menikah.

Anindya Paramita termasuk yang sering disapa pertanyaan ini saat kumpul lebaran bersama keluarga besar, padahal umurnya baru 24 tahun! Risih, ini yang dirasa Nindya, namun ia memilih menjawabnya dengan santai, “Aku sih cuma jawab mikirin wisuda dulu, karena aku masih kuliah.”

Anindya Paramita (Dok. Pribadi)

 

Maysari Nur Maliki yang juga masih berusia 24 tahun, juga sering dihampiri pertanyaan ini, “Karena banyak temen yang seumuran aku sudah pada nikah juga, apalagi kakak sepupu juga nikahnya sama sahabatku dari SMP, jadi makin-makin deh ditanyainnya.”

Maysari Nur Maliki (Dok. Pribadi)

 

Bagi Nindya dan May, pertanyaan ‘Kapan nikah?’ amat tidak sensitif dan menyudutkan. “Ganti pertanyaan aja. Kalau tau kita masih sendiri ya didoakan aja kitanya biar segera dapat jodoh, dan segera menikah buat yang udah punya pacar,” ungkap Nindya.

Meme kapan nikah (kaskus.co.id)

 

Buat kamu yang sering dapat pertanyaan ini, Psikolog Josephine Kinardi punya saran.
Jika merasa kesal dengan pertanyaan ini, tenangkan diri. Jawab dengan senyum karena senyum memberikan energi positif kepada kamu dan lawan bicara.
● Berpikirlah positif bahwa keluarga bertanya karena mereka ingin kamu bahagia, bukan sekadar bertanya basa-basi.
● Jika sudah ada rencana menikah dengan pasangan, jelaskan kepada kerabat kamu. Jika belum punya pasangan, minta doa dari lawan bicara agar kamu kelak mendapat jodoh terbaik.
Marah merupakan respon yang umum muncul. Hindari respon ini karena marah tidak menyelesaikan masalah, justru akan membuat masalah baru. Daripada marah, lebih baik ungkapkan keberatan kamu terhadap kerabat yang bertanya. Juga ungkapkan harapan dan pandangan kamu mengenai pernikahan.

Psikolog Josephine Kinardi (Dok. Pribadi)

 

Itu kalau kamu yang kerap jadi sasaran pertanyaan. Nah kalau sebaliknya gimana, justru kamu yang sering ngajuin pertanyaan itu ke saudara kamu? Ada saran juga dari Josephine.
● Harus ada alasan kenapa ajukan pertanyaan ‘Kapan nikah?’ jangan hanya sekadar iseng atau basa-basi.
● Dengarkan apa yang dipikirkan, dirasakan, serta harapan orang yang kamu ajukan pertanyaan ‘Kapan nikah?’ itu.
Jika kerabat yang ditanya memang mengalami kesulitan, bantu ia mencari solusi alternatif (misal belum bisa menikah karena bujet terbatas atau masih bingung tinggal di mana setelah menikah). Usai memberikan saran, serahkan keputusan kepada saudara kamu apakah ia akan segera menikah atau tetap menundanya.
● Berhenti mengajukan pertanyaan ‘Kapan nikah?’ jika pertanyaan ini membuat orang lain tidak nyaman.

Tahan diri dan pahami perasaan orang lain, inilah kunci terjaganya hubungan baik dengan kerabat. Dan saat kamu memang merasa harus mengajukan pertanyaan ‘Kapan nikah?’ pastikan itu muncul karena kamu peduli, bukan karena kamu kepo.

 

DIYAS PRADANA

 

 

 

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments