Jenderal Badrodin Haiti (NET/Anan Surya)

EDITOR : YAYAN SUPRIYANTO

5 Juli 2016, 11:23 WIB

JAKARTA, INDONESIA

Kapolri Jenderal Badrodin Haiti mengatakan jika bom bunuh diri yang terjadi di Mapolresta Surakarta (Solo) bukan sesuatu yang mengagetkan. Menurut Badrodin, selama ini polisi memang selalu menjadi sasaran serangan teror. Untuk itu, Badrodin meminta agar seluruh jajarannya tetap waspada ketika menjalankan tugas.

"Saya pikir nggak ada masalah karena memang dari awal kita sudah mengingatkan kepada seluruh jajaran bahwa polisi sedang jadi target. Sejak operasi Ramadan kita berlakukan, seluruh anggota polisi harus waspada karena memang dimanapun dia bertugas akan menjadi target serangan terror,” kata Jenderal Badrodin Haiti di Bandara Halim Perdana Kusuma, Jakarta, sesaat sebelum terbang ke Solo, Selasa, 5 Juli 2016.

Badrodin menambahkan jika saat ini polisi masih terus menyelidiki pelaku teror tersebut. Jenderal bintang empat yang sebentar lagi akan memasuki masa pensiun itu juga terus berkoordinasi untuk mengungkap kasus ini.

"Gambarannya sudah ada tetapi kan ini nanti menunggu hasil penyelidikan. Yang pasti kita tadi sudah koordinasi sebentar, gambarnya sudah ada tapi memang harus kita pastikan siapa yang meninggal ini. Mudah-mudahan tidak dalam waktu lama bisa terungkap siapa pelakunya," ujar Kapolri Jenderal Badrodin Haiti.

Bom bunuh diri terjadi di Solo sekitar pukul 09.45 WIB. Sebelum meledakkan diri, pelaku menerobos pintu pejagaan Mapolresta menggunakan sepeda motor kemudian dihalangi oleh petugas polisi yang berjaga yaitu Bripka Bambang Adi Terluka. Na'as tiba-tiba bom meledak dan menyebabkan Bripka Bambang Adi terluka.

DELVIANA AZARI

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments