EDITOR : PUTU DYAH

3 Juli 2016, 03:50 WIB

AMERIKA SERIKAT

Siapa sangka Detroit yang sempat dijuluki kota hantu kini menjadi kantong populasi muslim terbesar di negeri Paman Sam. Dari total 3,3 juta umat muslim Amerika, sebagian besar ada di Ibu Kota Michigan ini. Sampai sekarang jumlah pemeluk Islam terus berkembang pesat. Buktinya bisa disaksikan di Islamic Center, Detroit.

“Setiap Jumat ada saja orang bersyahadat menjadi mualaf. Jadi Islam berkembang pesat di Amerika. Saya sangat optimis. Ada banyak perkembangan menarik di sini,” kata Mahasin Mahdi, salah satu jamaah Masjid Islamic Center pada Kemal Ramdan, reporter NET, Maret 2016.

Islamic Center, pusat kajian agama Islam di Detroit. (NET/ Ozy S.)

Kawasan Islamic Center terbuka bagi siapa saja, baik muslim atau non muslim. Tempat ini menjadi sarana berbagi ilmu dan bersilaturahmi tanpa memandang kelas masyarakat, ras atau warna kulit. Pendekatan juga dilakukan oleh lembaga Dream for Detroit yang menghidupkan suasana sekitar masjid. Salah satu caranya melalui perbaikan rumah warga sekitar sehingga tempat tinggal mereka berdekatan dengan tempat ibadah ini.

Pertumbuhan Islam di Detroit menjadi kebanggaan tersendiri bagi Imam Hanafi, warga negara Indonesia yang bekerja di negeri Paman Sam. Beruntung rekan-rekan kerjanya di perusahaan komputer IBM bersikap toleran. Meski tetap ada tantangan karena hidup sebagai minoritas.

Reporter NET. bersama Hanafi (jaket biru) yang sudah belasan tahun hidup diAmerika. (NET/ Ozy S.)

“Kadang ada yang curiga dengan penampilan kita jadi kita yang mulai baik ke tetangga. Islamofobia yang ada justru membuat orang penasaran. Mereka mencari Alquran, menemukan, membaca terus pergi ke masjid,” kata Hanafi.

Islam di Detroit juga berkembang melalui jalur pernikahan. Seperti yang dialami pasangan Siti Zulaikhah dan Abdul Malik, pria Detroit yang menjadi mualaf. Siti bertemu dengan Abdul lewat dunia maya. Keduanya menikah di kampung halaman Siti di Makassar, Sulawesi Selatan. Perbedaan budaya mereka atasi dengan tetap berpegangan pada ajaran agama.

Siti Zulaikha dan suami (tengah) saat pernikahan mereka. (NET/ Ozy S.)

Cultural shock tetap ada tapi simpel. Intinya satu, pegangannya Islam, jadi kembali ke tujuan semula. Suami saya juga take it easy, everything take it easy,” cerita Siti.

Dengan berbagai caranya, Islam semakin diterima di Detroit. Bagi umat muslim di sana, semua tetap bisa berjalan harmonis asal berpegang pada keyakinan dan terus berbuat baik ke sesama. Cerita tentang perkembangan Islam di kawasan ini hadir dalam program Muslim Traveler NET, Senin 4 Juli 2016, pukul 04.30-05.00 WIB.  

 

KEMAL RAMDAN

1

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments