hero
Granit Shaka gagal tendangan penalti. (The Guardian)

UEFA EURO 2016

EDITOR : TITO SIANIPAR

26 Juni 2016, 13:05 WIB

PERANCIS

Babak gugur UEFA EURO 2016 belum menyajikan pertandingan yang menarik. Perjuangan tiga tim pertama yang lolos ke perempat final Euro 2016 dilewati tanpa banyak gol yang tercipta.

Polandia, Wales dan Portugal melangkah ke babak delapan besar dengan torehan rekor yang berbeda. Polandia dan Wales cetak sejarah untuk pertama kalinya lolos ke perempat final. Sementara lolos ke 8 besar jadi yang ke-6 sepanjang keikutsertaan Selecao di Piala Eropa.

Partai Polandia bertemu Swiss harus ditentukan lewat adu penalti setelah 120 menit bermain bang 1-1. Diawali dengan gol di menit ke-39 dari Jakub Blaszcykowski, Polandia ungguli babak pertama. Saling jual beli serangan mewarnai laga di Stade Geoffroy Guichard, Sabtu, 25 Juni 2016 malam. Total ada 39 tembakan yang tercipta, tertinggi sejauh Euro 2016 ini berlangsung.

Satu tembakan yang berhasil dikonversi jadi gol adalah gol spektakuler Xherdan Shaqiri di menit ke-82. Swiss berikan serangan bertubi-tubi namun kredit datang untuk Lukas Fabianski yang tampil apik dibawah mistar gawang Polandia. Mantan kiper Arsenal ini berhasil menepis tendangan pemain baru Arsenal, Granit Xhaka saat adu penalti. Polandia akhirnya menang 5-4 dari drama adu penalti. 

"Suasana sangat tegang saat memasuki perpanjangan waktu. Saya terus mengecek persiapan tiap pemain yang mau mengambil penalti termasuk menanyakan kembali jika mereka masih menginginkannya. Dan kelimanya sangat siap," ujar pelatih Polandia Adam Nawalka seperti dikutip dari laman UEFA.

Beda jauh, partai Wales kontra Irlandia Utara bermain terlalu berhati-hati. Penjagaan ketat Irlandia Utara menyulitkan pergerakan Gareth Bale dan Aaron Ramsey. Gol Wales justru datang dari kecerobohan pemain Irlandia Utara, Gareth McAuley. Bukan cuma berikan kekalahan untuk timnya, McAuley mengulang kesalahan yang sama dengan mencetak gol bunuh diri di laga melawan Italia tahun 2011 silam.

Gol bunuh diri McAuley menjadi yang ke-3 sepanjang Euro 2016 bergulir. Gol itu sekaligus meloloskan Wales yang hanya mencatatkan satu kali shot on goal di laga tersebut, ke delapan besar.

"Ini kemenangan yang konyol bukan? Tapi siapa yang peduli. Kami memenangkan laga selama di Perancis ini dengan berbagai cara," ujar pelatih Wales Chris Coleman.

Sulitnya mencetak gol juga dirasakan Portugal dalam laga melawan Kroasia di Stade Bollaert Delelis, Minggu 26 Juni 2016 dini hari. Portugal yang hanya dua kali melepaskan tembakan terarah menang lewat babak perpanjangan waktu. Pemain veteran Ricardo Quaresma mencetak gol di menit ke 117 dan membuahkan kemenangan 1-0.

GIETA MAHYARANI
 
Polandia vs Swiss 1-1
Polandia: Fabianski; Pazban,Zejczky,Glik,Piszczek; Maczynski(Jodlowiec 101'), Krychowiak,Grosicki(Peszko 104'),Blaszcykowski; Milik, Lewandowski.
Swiss: Sommer; Lichtsteiner,Rodriguez,Djourou,Schaer; Xhaka,Behrami(Fernandez 77'), Dzemaili (Embolo 58'),Mehmedi(Derdiyok 70'),Shaqiri; Seferovic
 
Wales vs Irlandia Utara 1-0
Wales: Hennessey; Davies,Chester,Williams; Gunter,Taylor,Allen,Ramsey,Ledley (Williams 63'); Bale,Vokes(Robson-Kanu 55')
Irlandia Utara: McGovern; McAuley (Macgennis 84'),Evans,Hughes,Cathcart; Davis,Evans,Dallas,Norwood(McGinn 79'),Ward (Washington 69'); Lafferty

Portugal vs Kroasia 1-0
Portugal: Patricio; Pepe,Fonte,Guerrero,Soares; Mario(Quaresma 87'), Carvalho,Gomes (Sanchez 50'),Silva(Perreira 108'); Ronaldo, Nani.
Kroasia: Subasic; Strinic,Corluka(Kramaric 120'),Srna,Vida; Perisic,Rakitic(Pjaca 110'),Modric,Brozovic,Badelj ;Mandzukic(Kalinic 88')

 

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments