hero
Daging anjing di Yulin, Cina. (Reuters)

EDITOR : YAYAN SUPRIYANTO

22 Juni 2016, 06:05 WIB

CINA

Meski mendapat hujatan dari kelompok pencinta binatang dari seluruh dunia, acara tahunan festival daging anjing di Provinsi Yulin, Cina tetap berlangsung. Mereka tidak peduli dengan kecaman tersebut.

“Anjing adalah teman yang baik, teman setia bagaimana bisa kalian memakannya,” ujar Yang Yuhua, aktivis pelindung binatang seperti dilansir oleh Reuters, Selasa, 21 Juni 2016.

Diperkirakan lebih dari 10 ribu anjing akan dibunuh dan dimakan dalam festival yang berlangsung selama 10 hari ini. Para aktivis menyebut, acara ini sebagai bentuk kekejaman terhadap hewan. Sebuah petisi penolakan terhadap acara itu juga telah ditandatangani 11 juta orang. 

Pedagang daging anjing, 21 Juni 2016. (Reuters)

Meskipun ditentang hebat, masyarakat setempat bersikukuh bahwa acara ini merupakan tradisi yang tak mungkin dihilangkan. “Ada banyak orang suka dan makan daging anjing. Ini kebiasaan kami,” kata Zhou, pedagang daging anjing.

Pemerintah Provinsi Yulin seolah sengaja membiarkan festival ini digelar. Beberapa pemilik restoran juga tidak dilarang menjual daging anjing. "Jika pemerintah melarang, pasti juga tidak ada acara ini,” kata Min, warga setempat.

“Ayo kita buka festival ini. Pemerintah juga membiarkan pemilik restoran menjual daging anjing. Pemerintah telah menangani isu ini," pungkas Min.

Di Cina tradisi makan daging anjing telah berlangsung sejak 500 tahun lalu. Acara ini menjadi kebanggaan bagi warga lokal. Banyak restoran menyuguhkan daging anjing sebagai menu utama untuk menarik pecinta kuliner dari luar provinsi tersebut.

YAYAN SUPRIYANTO | REUTERS

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments