hero

HUT DKI ke-489

EDITOR : FIRZA ARIFIEN

22 Juni 2016, 13:45 WIB

JAKARTA, INDONESIA

Rabu, 22 Juni 2016, Jakarta memperingati Hari Ulang Tahunnya yang ke-489. Ibu kota negara ini semakin tua. Seiring waktu, Jakarta juga terus berbenah. Mulai dari perbaikan transportasi publik hingga upaya mengatasi kemacetan.

Salah satu penyebab Jakarta semakin semrawut adalah jumlah kendaraan yang terus bertambah setiap tahunnya. Kini, pertumbuhan jumlah kendaraan bermotor di Jakarta diasumsikan sekitar 10-15% per tahun.

"Masalah hulunya adalah membludaknya Jumlah kendaraan pribadi dan ini sangat disayangkan. Sulit dikontrol karena Pendapatan Asli Daerah masih mengandalkan pajak kendaraan bermotor. Ini dilemanya bukan di pemerintah daerah, tapi pemerintah pusat yang gagal merumuskan Undang-undang yg pro terhadap pembatasan kendaraan pribadi," ujar pengamat transportasi dari GIZ SUTIP Achmad Izzul Waro.

Berbagai upaya dilakukan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk menyelesaikan masalah kemacetan. Mulai dari penerapan kebijakan Three in One selama 22 tahun hingga pengadaan transportasi massal bus TransJakarta dengan jalur khususnya sejak tahun 2004.

Kemacetan di Jakarta juga menimbulkan masalah lain, seperti persoalan sosial. Selama 22 tahun berjalan, kebijakan Three in One akhirnya memicu kasus eksploitasi anak. Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok akhirnya geram hingga kemudian memutuskan untuk menghapus kebijakan ini.

Salah satu solusi yang ditawarkan Ahok untuk mengatasi kemacetan di Jakarta yaitu menerapkan Electronic Road Pricing atau ERP dan pemberlakuan sistem ganjil genap yang akan mulai diuji coba pada Juli mendatang. 

Terobosan lainnya yaitu mengaktifkan kembali proyek pembangunan Mass Rapid Transit atau MRT. Moda transportasi ini nantinya diharapkan mampu memindahkan 20% pengguna kendaraan pribadi menjadi pengguna kendaraan umum. 

"Kalau menurut saya tentu saja transportasi massal berbasis rel yang belum selesai. Yang mulai kelihatan bagus adalah bus. Konsepnya sudah mulai baik dan sudah masuk ke seluruh rute," ungkap Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama saat ditemui NET di Monumen Nasional, Rabu, 22 Juni 2016.

Pembangunan MRT dimulai kembali pada tahun 2013 dan rencananya baru bisa digunakan awal tahun 2019 nanti.

"Kalau transportasi massal itu sudah bagus, tanpa ada pemaksaan masyarakat akan beralih. Karena apa? Karena kalau lewat jalan itu harus bayar dan mahal," kata Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Andri Yansyah.

Untuk menyelesaikan masalah kemacetan Jakarta yang kian kronis butuh perencanaan dan strategi yang komprehensif. Termasuk bagaimana mengubah mental masyarakat agar nantinya mau beralih menggunakan transportasi publik. Jika kebijakan, infrastruktur, juga pola pikir warga Jakarta telah berubah dan semakin baik, bukan tidak mungkin beberapa tahun mendatang Jakarta akan bebas macet.

YANA MALIYANA | DELVIANA AZARI

 

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments