Guru Inspiratif

EDITOR : PUTU DYAH

7 Juni 2016, 21:50 WIB

JAWA TIMUR, INDONESIA

Delapan guru berkumpul untuk menitipkan sepeda roda duanya  di pemukiman terdekat yang bisa diakses dengan kendaraan bermotor. Selanjutnya, mereka harus melewati tanah berlumpur, hutan jati dan menyeberangi  tiga sungai. Semua demi menemui murid-murid di SDN Pojok Kelitik 3, Plandaan, Jombang, Jawa Timur.

Perjalanan sejauh 4 km membutuhkan waktu 1 jam. Kondisi akan semakin menantang saat musim hujan karena arus sungai semakin deras. “Kadang harus bawa kayu untuk pegangan. Sebenarnya takut tapi ya gimana lagi,” cerita Laila Maulida, salah satu guru.

Sampai di sekolah, ada 16 siswa yang setia menunggu gurunya. Murid-murid yang berasal dari desa sekitar juga harus menempuh perjalanan yang samaTapi semuanya terbayar dengan kehadiran para guru dan ilmu yang mereka dapatkan. 

Kepala SDN Pojok Kelitik 3 Suwadi, masih berharap adanya perbaikan akses ke sekolah. “Misalnya saya udah jalan seperti begitu, terus sampai sini baru tau ada panggilan atau surat untuk ke pusat, gimana? Kan terlalu tho,” kata Suwadi. Kemudahan akses diyakini bisa meningkatkan kualitas pendidikan. 

Profesi guru sering disebut sebagai  pengabdian dan potret para pengajar ini jadi jawabannya. Hak  pendidikan bagi anak-anak menjadi alasan mereka bertahan di tengah keterbatasan akses dan infrastruktur.  “Paling tidak kalau ke sekolah anak2 juga senang. Terus pengabdian kita, eling-eling (ingat-ingat) sumpah janji gurunya itu lho, “ tegas  guru Laila sambil tersenyum di tengah perjalanan ke sekolah.

1

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments