hero
La Nyalla Mattalitti, 1 Juni 2016. (NET/Whisnu Nugroho)

EDITOR : YAYAN SUPRIYANTO

2 Juni 2016, 09:00 WIB

JAKARTA, INDONESIA

Setelah dideportasi oleh Pemerintah Singapura, La Nyalla Mattalitti akhirnya menerima penetapan status tersangka dirinya atas kasus korupi dana hibah Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Timur. La Nyalla juga enggan mengajukan kembali praperadilan.

“Enggak, kita mau langsung ke pengadilan biar terbuka semua. Soal materai, soal apa saja kita buka,” ujar Aristo Pangaribuan, Kuasa Hukum La Nyalla Mattalitti saat ditemui di Kejaksaan Agung, Rabu, 1 Juni 2016.

Aristo menambahkan jika kasus ini telah berlarut-larut. Meskipun demikian pihaknya telah siap menghadapi kasus ini.

“Ini berulang kali, ini tontonan yang tidak sehat. Mau dikeluarkan seribu sprindik kita akan hadapi terus sampai ke pengadilan,” imbuhnya.

La Nyalla Mattalitti, 1 Juni 2016. (NET/Whisnu Nugroho)

La Nyalla menjalani pemeriksaan di kantor Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung selama empat jam. La Nyalla, menolak menjawab 19 pertanyaan yang diajukan oleh tim penyidik Kejaksaan Tinggi Jawa Timur.

Ketua Umum PSSI ini bersikukuh jika dirinya telah memenangkan praperadilan sebelumnya. Meskipun menolak semua pertanyaan, La Nyalla akhirnya bersedia menandatangani Berkas Acara Pemeriksaan (BAP).

La Nyalla empat kali ditetapkan sebagai tersangka namun ia berhasil menangkalnya lewat praperadilan yang diajukan. Perjalanan kasus Ketua Umum PSSI ini bermula ketika dirinya membeli penawaran saham perdana atau IPO (Initial Public Offering) senilai Rp 5,3 miliar pada 2012. Kejaksaan Tinggi Jawa Timur mencium ada penyimpangan dalam pembelian saham Bank Jatim tersebut.

Yayan Supriyanto | Dede Rohali | Tifani Febrian 

1

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments