hero
Ilustrasi. (NET/Robby Eka)

Final Liga Champions

EDITOR : TITO SIANIPAR

28 Mei 2016, 10:10 WIB

SPANYOL

Duo ibukota Spanyol mengulang memori dua musim lalu. Inilah gambaran partai puncak Champions League yang akan tersaji di San Siro, Milan, Minggu, 29 Mei 2016 dini hari nanti. Sebutan partai final ulangan memang terasa pas didengar jika dikaitkan dengan fakta yang ada. Tapi nyatanya, sudah banyak yang berubah dari sekedar nostalgia dua musim lalu.

El Real, sang jawara dua musim lalu tengah mengejar  gelar undecima. Koleksi trofi si Kuping Besar ke-11 juga akan menjadi ukiran sejarah bagi sang entrenador, Zinadine Zidane. Jika benar berhasil diboyong ke Bernabeu, Zidane akan jadi pelatih ke-8 yang mampu raih trofi UCL di musim perdananya.

Zidane mempertahankan kekuatan dua musim lalu dengan trio 'BBC' sebagai kunci utama; Gareth Bale, Karim Benzema dan Cristiano Ronaldo. Ia bahkan tak perlu berpikir keras dengan adanya Jese Rodriguez dan Lucas Vasque untuk rotasi. Kinerja lini depan yang moncer akan disokong dari tengah oleh Luca Modric Dan Toni Kross.

Adalah Casemiro yang disebut-sebut jadi pembeda taktik Zidane dari pendahulunya. Sang gelandang bertahan jadi kunci penting untuk Madrid di era Zidane. Selepas peminjaman di Porto, Casemiro baru bisa memperlihatkan skill-nya saat Zidane menggantikan Rafael Benitez. Pemain Brasil ini juga membuat gelandang bertahan di tim bintang Madrid, kembali punya peran penting. Zidane hanya kehilangan satu pemain yakni Raphael Varane.

Di kompetisi domestik, Real Madrid hanya bisa imbang saat bermain di Vicente Calderon, dan harus menelan kekalahan di kandang sendiri pada duel pertama di La Liga.

Bicara soal kekalahan, ada satu mitos yang ingin dilupakan para madridista di San Siro, tempat digelarnya final nanti. Sebab di kota Milan itulah, Madrid pernah menelan kekalahan 5 gol tanpa balas pada kompetisi tertinggi benua biru di musim 1988/1989.

Mitos dan drama memang tak bisa lepas dari sepakbola. Drama itu pulalah yang kini diharapkan dari kedua tim. Sama seperti El Real, Los Rojiblancos juga menanti ujung dari drama partai final berakhir indah di kubu mereka. Kisah menyakitkan di tahun 2014, dimana gol Diego Godin yang hampir bawa Atletico juara, pupus dengan sundulan Ramos di menit ke-93.

“If there any justice, Atletico Madrid will win it,” kata Gianluigi Buffon kepada Sportmail beberapa hari lalu. Menurut BUffon, Atletico pantas untuk menuntaskan dendam dua musim lalu. Di UCL, kinerja mereka dibuktikan dengan raihan 15 clean sheet dari 21 pertandingan. Tujuh kemenangan lawan rival sekotanya pun dikantongi Rojiblancos dalam 16 pertemuan terakhir di semua kompetisi.

Para penggemar Atletico berharap pada duet Antoine Griezmann dan Fernando Torres. Sejauh ini Griezmann sudah menyumbang tujuh gol di UCL sementara Torres satu gol. Selain dua pemain ini, Simeone pun tak lagi harus ketar-ketir dengan fit-nya para pemain. Jika dua musim lalu, ia terpaksa menurunkan Diego Costa yang masih cedera, timnya kali inipun lengkap.

Ini adalah pertempuran meraih trofi perdana, atau justru menambah koleksi ke-11. Siapapun yang menang, trofi ini selalu jatuh ke tangan tim Negeri Matador tiga musim berturut-turut.

Penulis: Gieta Mahyarani

Prediksi Line Up Real Madrid:

Navas; Ramos, Pepe, Marcelo, Carvajal; Casemiro, Kroos, Modric; Bale, Benzema, Ronaldo.

Prediksi Line Up Atletico Madrid:

Oblak; Juanfran, Savic, Godin, Filipe Luis; Niguez, Gabi, Fernandez, Koke; Torres, Griezmann.

 

38

shares
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments