hero

Inovasi Agraria

EDITOR : DEWI LAILA

27 Mei 2016, 23:55 WIB

INDONESIA

Biasanya setelah panen, petani akan menjual hasil sawah dan kebunnya ke pembeli. Ada yang menggunakan jasa tengkulak sebagai perantara. Walaupun dengan cara itu, petani harus rela mendapat potongan penghasilan. Tapi itu dulu.  Sekarang, petani bisa memanfaatkan cara baru pemasaran, yaitu lewat Tanihub dan Agrisocio.

Apa itu Tanihub dan Agrisocio?
TaniHub adalah aplikasi yang menghubungan petani (produsen) dan masyarakat (konsumen). Lewat aplikasi ini, konsumen bisa memesan sayur dan buah-buahan produksi petani. TaniHub juga menjadi perantara yang mengambil produk tani, mengemas dan mengantarnya langsung ke pembeli. TaniHub saat ini melayani konsumen di sekitar Jabodetabek.


Sementara Agrisocio adalah usaha sosial agar petani dapat meningkatkan hasil panennya. Agrisocio terlibat dari hulu ke hilir. Mulai dari pengolahan di lahan, jadi perantara ke konsumen (termasuk memasok hasil ke TaniHub), dan membuat produk olahan.

Apa manfaat TaniHub dan AgriSocio?
Dengan TaniHub, petani tidak lagi kena potongan yang biasanya diberlakukan oleh tengkulak. Mereka juga bisa menghemat biaya transportasi yang biasanya dipakai untuk mengangkut hasil tani ke pasar. Sementara AgriSocio jelas membawa hal positif. Yaitu mendekatkan petani dengan inovasi yang terus berkembang.

Bagi konsumen, aplikasi ini tentunya mempermudah pembelian dan pengiriman produk sayuran dan buah-buah yang dibutuhkan.  Asyiknya lagi, hasil pertanian yang dijual disini dipastikan merupakan produk dengan kualitas unggul.

Siapa Pencetus Ide Keren Ini?
Dua transformasi agraria ini muncul lewat pemikiran dua anak muda, Michael Jovan Sugianto (Founder TaniHub) dan Ali Irfan (Founder AgriSocio). Mereka memanfaatkan platform digital seperti website, Instagram, Facebook, dan Twitter. Profil mereka bisa kamu cek di  TaniHub dan AgriSocio .

Membeli produk petani, berarti kita ikut mendukung kesejahteraan mereka. Juga membantu mewujudkan Indonesia swasembada, yang bisa memenuhi kebutuhan pangan secara mandiri, tanpa perlu bergantung impor dari luar negeri.

 

4

shares
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments