Masjid Bawah Tanah Tuban

EDITOR : PUTU DYAH

9 Mei 2016, 05:17 WIB

JAWA TIMUR, INDONESIA

  Daerah Tuban, Jawa Timur, termasuk area kaya karst atau pegunungan kapur. Ada beragam bentukan, salah satunya goa. Jika di beberapa tempat kawasan ini dimanfaatkan untuk kegiatan eksploitasi, seperti pertambangan, K.H. Subhan justru memanfaatkannya untuk hal lain, yaitu masjid di bawah tanah.

  Namanya Masjid Aschabul Kahfi Perut Bumi Al Maghribi, yang terletak di area Pondok Pesantren Syekh Maulana Maghribi di Wire, Kedungombo, Semanding, Jawa Timur. Sebelum dibangun tahun 2002, area masjid adalah goa yang dipakai untuk pembuangan sampah.   

 

  Kalau kita datang ke Masjid Aschabul Kahfi, yang pertama terlihat bukan menara atau kubah masjid. Melainkan gapura dengan kaligrafi bertulis huruf Arab dan Jawa kuno. Setelah itu ada tangga menurun yang digunakan untuk masuk ke bangunan utama.

  Buat sebagian orang, area masjid juga bisa membuat kita seolah berada di dunia lain. Posisi di bawah tanah menciptakan suasana remang- remang, karena sinar matahari nggak bisa langsung masuk ke area dalam masjid. Untuk penerangannya ada lampu- lampu hias yang dipakai untuk dekorasi. Ketua Pondok Pesantren juga menambah berbagai hiasan batu marmer dan ikon berbagai negara seperti bola dunia, candi dan kabah yang biasa dipakai untuk manasik haji.  

  Walaupun tidak terlihat jelas dari luar, semua area masjid ini ada di tanah seluas 3 hektar dengan tujuh tingkat di dalamnya. Woow, keren ya? Keunikan masjid ini nggak sampai di situ aja. Beberapa bagian goa seperti stalaktit dan stalagmit masih dipertahankan. Jadi kita masih bisa merasakan sensasinya ada di perut bumi.

  Setiap harinya selalu ada pengunjung yang datang ke Masjid Aschabul Kahfi. Bahkan kalau di hari libur, bisa ada ribuan pengunjung yang datang. Mereka harus masuk bergantian karena kapasitas masjid masih terbatas. Pembangunannya masih terus berjalan. Targetnya masjid  selesai dibangun tahun 2027 mendatang dan bisa menampung sekitar 600 jamaah.  

7

shares
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments