hero
Marie Fredriksson of Roxette live at Odder√łya Live 2012. (WIKIMEDIA)

EDITOR : OCTOBRYAN

11 Desember 2019, 19:05 WIB

SWEDIA

Kabar duka datang dari dunia musik internasional. Musisi legendaris asal Swedia, Marie Fredriksson, mengembuskan napas terakhirnya pada Selasa 10 Desember 2019 di usia 61 tahun. Vokalis Roxette ini menderita sakit tumor otak yang membuatnya sempat vakum dalam dunia musik.

Dihimpun NET.Z dari berbagai sumber, inilah inspirasi Marie 'Ikon 80-an' yang perlu kamu ketahui:

 

 Marie lahir pada 30 Mei 1958 di luar desa Swedia kecil Össjö. Dia adalah anak bungsu dari lima bersaudara yang lahir dari pasangan Charles Gösta Fredriksson dan Inez Dagmar Fredriksson. 

Ketika dia berusia empat tahun, orang tuanya menjual pertanian mereka dan pindah ke Östra Ljungby, di mana Charles mengambil pekerjaan sebagai tukang pos dan Inez menjadi pekerja pabrik.

Sejak remaja, Marie telah memiliki ketertarikan pada musik, apalagi setelah ia mengetahui musik seperti The Beatles, Jimi Hendrix, dan Deep Purple. Saat berusia 17 tahun, ia mendaftar di sekolah musik di Svalov Municipality di Swedia Selatan. 

Pada 1979, Marie bergabung grup punk Strul, sebuah band yang menyelenggarakan festival musik mereka sendiri di era itu. Tak lama, Strul bubar dan Marie mulai merilis karya solo, album pertamanya, Het Vind dikeluarkan pada 1984.

Roxette dan mendiang Marie Fredriksson bagai dua nama yang tak bisa dipisahkan. Ia dipertemukan dan dengan Per Gessie atas saran label musik EMI. Roxette akhirnya menjadi salah satu nama yang jadi legenda di kancah musik dunia.

Dikenal dengan lagu-lagu patah hatinya, seperti It Must Have Been Love' yang menjadi lagu tema film 'Pretty Woman', juga 'The Look', 'Listen to Your Heart' (1988), 'Joyride' (1991), serta 'Dressed for Success' (1988). 10 album studio dan 8 album kompilasi menjadi karya karier duo asal Swedia ini.

Duo ini meraih kesuksesan internasional pada akhir 1980-an dan awal 90-an dengan album mereka Look Sharp. Nama band mereka, Roxette, diambil dari salah satu single hits milik penyanyi Dr. Feelgood’s yakni “Roxette”.

Keadaan Marie membuat Per Gessle merasa iba. Tanpa sepengetahuan Marie, Per Gessle mengumumkan Roxette dalam keadaan hiatus. Mengetahui hal ini, Marie berjuang keras untuk sembuh. Ia mati-matian berusaha agar kanker yang menggerogoti kesehatannya segera binasa.

Perjuangannya ternyata membuahkan hasil. Dokter berhasil mengangkat tumor yang bersarang di kepalanya meski Marie harus mengorbankan mata kanannya yang akhirnya tidak bisa melihat lagi.

 

 

Selain aktif bermusik, ibu dua anak ini juga pernah membintangi beberapa film Swedia. Fredriksson terkenal dengan aktingnya dalam film 'Arn: The Knight Templar' (2007), 'Sista sommarens vals (2013), dan 'The Master Plan' (2015).

Marie Fredriksson juga seorang pelukis. Saat memutuskan untuk vakum karena perawatan untuk mengobati tumornya, Marie Fredriksson kembali melakukan hobi yang sudah lama tidak dia kerjakan yakni menggambar dan melukis.

Gambar-gambar Marie pun kemudian dipamerkan di sebuah galeri di Stockholm pada tahun 2005.

5Dua Kali Konser di Indonesia


Penikmat musik Roxette nampaknya tidak hanya di luar negeri tapi juga Indonesia. Hal ini dibuktikan lewat animo luar biasa penonton pada konser mereka di tahun 1995 dan 2012.

Pada tahun 1995, Roxette manggung di Jakarta Convention Center. Saat itu, Jakarta merupakan bagian dari tur 40 negara "Roxette Crash! Boom! Bang! World Tour 1994/1995".

Mereka membawakan lagu-lagu yang berasal dari album "Crash! Boom! Bang!" dan lagu lainnya yang sempat mendunia.

Duo "Roxette" kembali ke Indonesia pada tahun 2012. Mereka diboyong Big Daddy Entartainmet untuk tampil menghibur ribuan fans mereka dalam acara "Roxette Charm School Tour" di Meis Ancol, Jakarta Utara.

Usia Marie memang dibilang sudah tidak muda lagi ketika itu, namun semangatnya dalam menghibur penggemar harus diberi acungan jempol.

Pasalnya Marie tidak pernah mengambil waktu untuk beristirahat sejenak dari atas panggung meskipun kadang suaranya terengah-engah akibat sakit.

Roxette membuat musik pop menjadi sangat bermakna. Kariernya bertahan lama meski popularitasnya memuncak atara tahun 1989 dan 1991. Sama seperti band ABBA dan Ace of Base, Roxette juga band asal Swedia yang sukses bernyanyi dalam Bahasa Inggris.

TIM LIPUTAN

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments