hero
(INASGOC/Dhoni Setiawan)

EDITOR : FEBRY ARIFMAWAN

21 Agustus 2018, 06:00 WIB

DKI JAKARTA, INDONESIA

Presiden Joko Widodo akhirnya angkat bicara menanggapi “keributan” mengenai penggunaan pemeran pengganti atau stuntman ketika aksinya menaiki sepeda motor dalam pembukaan Asian Games, Sabtu 18 Agustus 2018.

"Ini kan kita memberikan sebuah hiburan, ada gagasan, ide kreatif," kata Jokowi di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin 20 Agustus 2018. 

Bagi mantan Wali Kota Solo ini, ide kreatif video pembuka Asian Games XVIII sangat menarik. Oleh karena itu, ia bersedia meluangkan waktu untuk shooting. "Ada gagasan, ide-ide kreatif, saya terima dengan senang hati. Kalau ada gagasan, ide kreatif, pasti saya terima dengan senang hati," lanjutnya. 

Video perjalanan Presiden Joko Widodo mengendarai motor besar diputar saat pembukaan Asian Games 2018. Bak adegan film laga, video tersebut menampilkan beberapa adegan ekstrim, mulai "stoppie" hingga melompat melewati truk.

Creative Director Opening Ceremony Asian Games XVIII, Wishnutama. (NET)

Wishnutama selaku Creative Director Opening Ceremony Asian Games XVIII menceritakan kisah di balik layar pembuatan video tersebut dalam bincang-bincang bersama Anjana Demira dan Caesar Gunawan di program Good Afternoon NET, Senin 20 Agustus 2018. Berikut ini beberapa ceritanya.

1Wishnutama Pencetus Ide Video Opening Ceremony

“Saya pencetus idenya dan menulis konsepnya,” ujar Wishnutama. Wishnutama mengatakan bahwa presentasi konsep opening ceremony kepada Presiden Jokowi dilakukan beberapa kali ini. 

“Enam bulan yang lalu Pak Jokowi mulai tanya, apa nih maksudnya? Saya cerita begini-begini, lalu beberapa waktu kemudian Pak Jokowi secara khusus memanggil, Ini maksudnya gimana sih?” papar Wishnutama. 

Wishnutama bersama Presiden Joko Widodo dan Kepala Bekraf, Triawan Munaf (kedua kanan). (INSTAGRAM)

Direktur Utama PT. NET Mediatama Televisi ini meyakinkan Presiden Jokowi bahwa adegan dalam opening tersebut merupakan bagian dari hiburan. “Tujuannya adalah bikin sebuah entertainment. Jadi Pak Jokowi bagian dari entertainment tersebut. Oiya oke kata Pak Jokowi. Kalau saya jadi bagian dari entertainment saya bersedia,” tukas pria kelahiran Jayapura ini. 

“Artinya turut memeriahkan acara opening ceremony ini. Itu adalah sebuah kreatifitas tidak ada kepentingan apapun,” lanjutnya. 

2Wishnutama Menyutradarai Scene Presiden Jokowi

Video pembuka opening ceremony Asian Games disutradarai oleh salah seorang sutradara muda, Rahabi. Meski demikian, Wishnutama ikut turun tangan menyutradarai langsung di scene-scene adegan dimana Presiden Jokowi berpartisipasi. 

Persiapan teknis jelang opening ceremony Asian Games XVIII. (INSTAGRAM)

 

3Tentang Pro Kontra Penggunaan Stuntman

Wishnutama mengatakan bahwa keberadaan stuntman atau peran pengganti itu sangat wajar. Ia meminta adanya stuntman ini tidak perlu diperdebatkan, bahkan sampai diributkan. 

“Masak iya Presiden Republik Indonesia saya suruh loncat naik motor. Kan yang gendeng saya, kalau nyuruh Pak Jokowi loncat naik motor. Itu satu hal yang wajar,” tegas alumni Emerson College, Boston, Amerika Serikat ini.

Adegan motor melompati truk di video opening ceremony Asian Games XVIII. (YOUTUBE)

 

4Kompleksitas Shoting Bersama Presiden Jokowi

“Yang menurut saya extraordinary, seorang presiden niat mau men-support ini dan merelakan waktunya shoting berkali-kali take, segala macem,” papar Wishnutama. 

Wishnutama juga mengapresiasi dukungan Paspampres yang luar biasa untuk shoting. Awalnya ia sendiri tak yakin bisa merealisasikan konsepnya. 

Presiden Joko Widodo dan Creative Director Opening Ceremony Asian Games XVIII, Wishnutama. (INSTAGRAM)

“Pikiran saya juga mungkin enggak ya bikin konsep seperti ini? Karena komplikasinya cukup tinggi. Kalau liat di gambar sederhana, tapi komplikasi shoting itu tidak mudah. Dan jadwal presiden kita tahu sendiri?” urai bapak empat orang anak ini.

Wishnutama sendiri surprise dengan antusiasme Presiden Jokowi yang meluangkan waktu untuk shoting. “Saat itu presiden benar-benar niat, dari pagi sampai malam kita shoting, tapi ada jeda-jeda tentu ngurusin negara ya. Shoting lagi, shoting lagi dan yang patut dihargai niat presiden untuk men-support ini dengan semangat beliau,” pungkas Wishnutama. 

5Presiden Jokowi Tak Keberatan Take Gambar Berulang-ulang

Wishnutama juga menceritakan kisah unik di balik layar. Seperti pada umumnya shoting film yang biasa menerapkan pengambilan gambar berulang-ulang hingga hasil terbaik, begitu pula dalam pembuatan video opening ceremony ini. 

Wishnutama mengaku ada yang memberinya saran agar jangan terlalu banyak mengulang pengambilan gambar, mengingat padatnya jadwal presiden. Uniknya, menurut Wishnutama, Pak Jokowi bilang,”Kalau Mas Tama nyuruh take 10 kali enggak apa-apa, jangan dilarang." 

Presiden Joko Widodo dalam video opening ceremony Asian Games XVIII. (YOUTUBE)

Oleh karena itu Wishnutama mengingatkan bahwa video ini benar-benar tidak untuk tujuan apapun. “Murni ini adalah konsep kreatif dan tujuannya adalah menghibur. Dan terbukti kan, media-media asing, semua orang menganggap itu adalah hiburan yang sangat menarik,” urai Indonesia’s Influential Person in Creative Industry Awards (Television and Radio) IdeaFest 2017 ini.

6Wishnutama Minta Kreativitas Tidak Dipolitisasi

Wishnutama saat persiapan jelang pembukaan Asian Games XVIII. (INSTAGRAM)

Wishnutama mengaku kurang nyaman dengan pro kontra dan nuansa politik yang dibawa-bawa terkait video opening ceremony ini. “Ini kan politik lagi kayak gini, semua pasti bisa dipolitisasi ya. Jadi saya menyadari, waduh kreatifitas saya ini kalau dipolitisasi sedih juga,” ujar suami Gista Putri ini. 

“Jadi serba sulit, masak kreatifitas kami ini musti dibatasi oleh kondisi politik,” pungkas Wishnutama.

TIM LIPUTAN

38

shares
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments