hero
Ki Hajar Dewantara. (Universitas Malahayati)

EDITOR : REZA ADITYA

2 Mei 2018, 18:45 WIB

INDONESIA

Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) diperingari setiap tanggal 2 Mei. Tanggal Hardiknas yang ditetapkan pada tahun 1959 ini, menjadi tonggak kepedulian pemerintah terhadap dunia pendidikan.

Biasanya, perayaan Hardiknas ditandai dengan pelaksanaan upacara bendera di berbagai institusi pendidikan dan pemerintahan.NET.Z merangkum empat fakta sejarah ditetapkannya tanggal 2 Mei sebagai Hardiknas. Berikut listiclenya.

1Hari Lahirnya Bapak Pendidikan Indonesia

Ki Hajar Dewantara. (WIKIMEDIA COMMONS)

Hari Pendidikan Nasional yang jatuh pada tanggal 2 Mei bertepatan dengan hari lahirnya Ki Hajar Dewantara. Dia kemudian diberi gelar Bapak Pendidikan Indonesia.

Melalui pendidikan dan tulisannya, Ki Hajar Dewantara membangun karakter anti-kolinialisme kepada kaum pribumi. Dia juga menerapkan pembangunan karakter untuk meminimalisir konflik fisik dengan penjajah pada saat itu.

Semboyan yang dipakainya untuk membangkitkan semangat belajar, hingga kini masih melekat di institusi pendidikan Indonesia. Ing ngarsa sung tuladha, ing madya mangun karsa, tut wuri handayani yang berarti di depan memberi contoh, di tengah member semangat, di belakang menderi dorongan.

Ki Hajar Dewantara lahir di Pakualam pada 2 Mei 1889 dengan nama asli Raden Mas Soewardi Soerjaningrat.

Namun, beliau mengganti nama menjadi Ki Hajar Dewantara pada tahun 1992 meninggalkan gelar kebangsawanan di depan namanya. Ki Hajar Dewantara meninggal pada 26 April 1959 di Yogyakarta di usia 69 tahun.

2Memperjuangkan Pendidikan

Sekolah Taman Siswa. (IndonesiaLibrary)

Ki Hajar Dewantara atau dikenal juga sebagai Soewardi berasal dari keluarga Kadipaten Pakualam, putra dari GPH Soerjaningrat. Dia menamatkan pendidikan dasarnya di Sekolah Dasar Eropa/Belanda (ELS).

Dia juga sempat menempuh pendidikan di Sekolah Dokter Bumiputera (STOVIA). Sayangnya, dia tidak melanjutkan sekolahnya itu sampai tamat karena sakit.

Ki Hajar bekerja sebagai penulis dan wartawan di beberapa surat kabar, seperti Sediotomo, Midden Java, De Expres, Oetoesan Hindia, Kaoem Moeda, Tjahaja Timoer dan Poesara.

Pada masanya Ki Hajar Dewantara dikenal sebagai penulis handal dengan semangat anti-kolonialisme.

Tak hanya di bidang pendidikan, Ki Hajar Dewantara juga terjun ke dunia politik untuk memperjuangkan kemerdekaan. Sejak berdirinya Boedi Oetomo tahun 1908, dia aktif di divisi propaganda.

Kerjanya adalah membakar semangat rakyat bersatu memerangi penjajah. Pada kabinet Pertama di era Presiden Soekarno, Ki Hajar Dewantara dipercaya menjadi Menteri Pendidikan, Pengajaran dan Kebudayaan.

Tahun 1957, Ki Hajar Dewantara mendapatkan gelar Doktor Honoris Klausa dari Universitas Gajah Mada.

3Perguruan Taman Siswa

Sekolah Taman Siswa. (Indonesia Library)

Ki Hajar Dewantara dikenal sebagai pendiri Perguruan Taman Siswa, lembaga pendidikan yang memberikan kesempatan bagi kaum pribumi.

Taman Siswa didirikan pada 3 Juli 1922. Sekolah itu menekankan kepada siswanya pendidikan tentang kebangsaan, cinta tanah air dan berjuang menggapai kemerdekaan.

Belanda ketar-ketir saat tahu Ki Hajar mendirikan Taman Siswa. Pemerintah kolonial kemudian pada 1 Oktober 1932, mengeluarkan Ordonansi Sekolah Liar.

Dengan kata lain, semua jenis organisasi pendidikan harus seizin pemerintah kolonial. Ki Hajar menolak aturan pemerintah kolonial yang dianggap mengebiri eksistensi Taman Siswa itu.

 “Sepuluh tahun kemudian, meskipun sudah mengeluarkan peraturan Sekolah Liar pada September 1932, gerakan Taman Siswa sudah mendirikan 166 sekolah dengan sekira 11.000 murid Jawa,” tulis Frances Gouda dalam Dutch Cultures Overseas seperti yang dilansir situs Historia.id.

 

FARABI FERDIANSYAH | BERBAGAI SUMBER

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments