hero
(INSTAGRAM)

EDITOR : REZA ADITYA

15 Februari 2018, 13:40 WIB

DKI JAKARTA, INDONESIA

Direktorat Reserse Narkoba Kepolisian Daerah Metro Jaya menangkap selebriti Roro Fitria atas dugaan pembelian dan konsumsi metamfetamina alias sabu. Roro ditangkap di rumahnya di Patio Residence, Jakarta Selatan, kemarin.

BACA JUGA:

Direktur Reserse Narkoba Kepolisian Daerah Metro Jaya Komisaris Besar Suwondo Nainggolan mengatakan Roro ditangkap setelah sebelumnya polisi menciduk seorang berinisial WH di Jalan Hayam Wuruk, Jakarta Pusat. 

WH diduga pengedar sabu yang mengedarkan barang haram itu ke Roro. NET.Z pada Kamis, 15 Februari 2018 merangkum lima fakta kronologi penangkapan model seksi itu.

1Laporan dari Masyarakat

Direktur Reserse Narkoba Kepolisian Daerah Metro Jaya Kombes Suwondo Naionggolan. (ANTARA)

 

Suwondo mengatakan penangkapan Roro dari informasi masyarakat. Pada Rabu, 14 Februari 2018, unit II Subdit I Dit Resnarkoba Polda Metro Jaya mendapat info bahwa di samping showroom salah satu mobil di Jalan Hayam Wuruk sering dilakukan penyalahgunaan narkoba jenis sabu.

Pelaku penyalahgunaan itu adalah WH. Polisi mencirikan WH usia sekitar 40 tahun, kulit sawo matang, pakai kaca mata, dan rambut pendek.

2Penggerebekan Pertama

 

(ANTARA)

Polisi setelah mendapat laporan itu langsung menuju tempat kejadian perkara di Jalan Hayam Wuruk, Jakarta Pusat sekitar pukul 10.20 WIB. Dari penggerebekan itu, polisi menangkap WH.

Di tangan WH, polisi menemukan sabu bruto 2,4 gram dalam bungkus rokok, satu unit telepon seluler, dan satu kartu anjungan tunai mandiri salah satu bank. Saat diinterogasi, WH mengaku bahwa sabu itu akan diantarkan ke rumah Roro.

Roro memesan sabu itu satu hari sebelumnya. Polisi juga menemukan rekaman percakapan saat model seksi itu memesan barang haram ke WH.

3Menuju Rumah Roro Fitria

Polisi bersama WH usai digerebek langsung mendatangi rumah Roro di Patio Residence di hari yang sama sekitar pukul 12.30 WIB. Saat di perjalanan, Roro berkali-kali menelepon WH menanyakan posisi terakhirnya.

Ketika tiba di rumah Roro, polisi langsung menciduk mantan penari jaipong seksi di salah satu stasiun televisi swasta itu. Kepada polisi, Roro mengakui perbuatannya.

Dia mentransfer duit senilai Rp 5 juta kepada WH untuk membeli barang haram itu. Rekaman percakapan di ponsel Roro juga terdapat komunikasi intens terkait pemesanan sabu.

4Barang Bukti yang Disita

Ilustrasi barang bukti narkoba. (ANTARA)

 

Polisi dalam perkara ini menyita enam barang bukti dari kedua tersangka. Dari tangan WH, aparat penegak hukum menyita 2,4 gram sabu dalam bungkus rokok, satu unit handphone sebagai alat komunikasi pemesanan sabu, dan satu kartu anjungan tunai mandiri yang digunakan WH untuk menerima pembayaran pembelian sabu dari Roro.

Sedangkan di tangan Roro, polisi menyita, satu unit handphone sebagai alat komunikasi pemesanan, satu buku tabungan, dan satu kartu anjungan tunai mandiri.

5Ancaman Hukuman

Ilustrasi ancaman hukuman dan borgol. (ANTARA)

 

Kedua pelaku dijerat dengan Pasal 114 ayat (1) subsider Pasal 112 ayat (2) juncto Pasal 132 ayat (1) UU tentang Narkotika.

2

shares
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments