Sabtu pagi, 12 Oktober 2019, sekitar pukul 08.00 WIB belasan penyandang disabilitas berkumpul di lapangan untuk memulai latihan sepak bola di pusat rehabilitasi Rumah Sakit Dr Sutoyo, Bintaro, Jakarta Selatan. Para pesepak bola satu kaki ini bermain bola dengan menggunakan bantuan tongkat dan menjalani latihan layaknya atlet dari kelompok non-disabilitas.

Indonesia kini memiliki induk organisasi sepak bola bagi penyandang disabilitas fisik, Indonesia Amputee Football atau Garuda INAF yang didirikan pada 2 Maret 2018 yang digagas oleh Yudi Yahya (32) yang sekarang menjadi Ketua Indonesia Amputee Football (INAF).

Berawal dari menonton sepak bola amputasi di channel video, Yudi tergerak untuk mewadahi para “amputasian” yang hobi berolahraga sepakbola. Tim sepak bola ini beranggotakan 20 orang dari berbagai latar belakang profesi.

Saat ini Tim Garuda INAF telah berdiri selama satu tahun, tapi masih banyak kendala dan tantangan yang dihadapi, mulai dari fasilitas dan prasarana penunjang latihan yang tidak sesuai standar, hingga latihan yang menggunakan dana swadaya dari kocek masing-masing anggotanya.

Padahal, ada pemainnya yang berasal dari luar Jakarta dan memerlukan biaya transportasi dan tempat untuk menginap. Berbagai upaya telah dilakukan pengelola tim untuk berkomunikasi dengan pemerintah tapi tidak membuahkan hasil.

Meski tanpa bantuan dari pemerintah Tim Garuda INAF telah memiliki berbagai prestasi. Saat ini Garuda INAF sudah menjadi bagian dari World Amputee Football Organisation atau WAFO.

Pada Juni 2018, tim amputasi sepak bola Indonesia berhasil meraih kemenangan pada pertandingan persahabatan dengan tim Malaysia. Pada ajang tersebut punggawa Tim Garuda INAF mendapatkan penghargaan pemain bek terbaik dan kiper terbaik.

Saat ini Tim Garuda INAF yang dilatih oleh dua orang pelatih dari kalangan non-disabilitas dan pelatih disabilitas ini sedang berlatih keras untuk mengikuti kompetisi Piala Dunia pada 2020 yang akan berlangsung di Miami, Florida. Berdasarkan data di website Worldamputeefootball.com sudah ada 46 negara yang terdaftar mengikuti kompetisi ini.

Komitmen rutin berlatih setiap satu kali dalam seminggu setiap Sabtu pagi menjadi salah satu modal Tim Garuda INAF untuk membangun kekompakan dan kesolidan tim, termasuk guna menghadapi piala dunia tersebut.

Tim Garuda INAF ingin membuktikan bahwa meski memiliki keterbatasan fisik tapi mereka memiliki semangat juang untuk mengharumkan nama Indonesia di kancah international.

Melalui prestasi yang diraih, tim Garuda INAF terus memperjuangkan hak-hak mereka dalam dunia olahraga. Keterbatasan fisik bukan penghalang bagi mereka untuk mengibarkan Merah Putih di tiang tertinggi.

Foto dan teks : Galih Pradipta

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments