hero
Umat Islam melaksanakan shalat sunah Duha di Masjid Asy-Syuhada, Jambi, Jumat (24/4/2020). Hari pertama puasa dimanfaatkan umat Islam di daerah itu untuk ibadah, di antaranya dengan melaksanakan shala

EDITOR : OCTOBRYAN

24 April 2020, 15:15 WIB

INDONESIA

Pemerintah telah menetapkan awal Ramadhan 1441 Hijriah jatuh pada hari ini, Jumat (24/4/2020). Penetapan tersebut berdasarkan dari sidang isbat yang digelar oleh Kementerian Agama Kamis (23/4/2020) sore dengan pemantauan hilal di sejumlah daerah.

Bagi umat muslim yang ada di belahan dunia, puasa merupakan kewajiban bagi umat islam yang beriman. Setiap tahun, umat muslim berlatih menahan makan dan minum serta hawa nafsu mulai dari fajar hingga terbenamnya matahari selama sebulan penuh. 

Puasa di tahun ini berbeda dengan tahun sebelumnya, dimana di tahun ini seluruh umat muslim yang berpuasa di tengah wabah pandemi COVID 19. Untuk itu, menjaga imunitas tubuh sangat diperlukan di tengah wabah yang terjadi agar terhindar dari paparan virus.

"Memerangi infeksi membutuhkan banyak energi", kata ahli imunologi University of Sussex, Dr Jenna Macciochi seperti dikutip dari BBC, Jumat (24/4/2020). 

Jenna mengatakan seseorang membutuhkan banyak energi untuk memerangi infeksi virus corona Covid-19. Sedangkan, menahan makan dan minum selama berjam-jam mungkin bisa melemahkan sistem kekebalan tubuh seseorang. Kondisi inilah yang mungkin membuat banyak orang kebingungan.

Karena itu, penting untuk memastikan asupan kalori yang cukup selama jam makan atau buka puasa. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk menjaga keseimbangan energi selama berpuasa, yakni kebutuhan Makronutrien, yakni karbohidrat, protein dan lemak, serta zat gizi mikro.

"Sehingga ide terbaik untuk menjaga keseimbangan energi selama puasa adalah konsumsi banyak sayuran, buah-buahan, biji-bijian, dan kacang-kacangan," lanjutnya.

Di sisi lain, dehidrasi karena menahan minum selama puasa mungkin juga bisa terjadi. Padahal dehidrasi bisa memengaruhi lendir yang melapisi saluran udara dan bertindak sebagai pelindung.

Tapi, aspek lain seperti menjaga pola tidur, olahraga ringan dan mengelola stres mungkin bisa membantu menjaga sistem kekebalan tubuh tetap berfungsi baik selama puasa. 

Pemerintah sudah mengingatkan dengan protokol kesehatan bisa mengurangi penyebaran virus korona dengan cara rajin mencuci tangan dengan sabun dan jika tidak ada kepentingan mendesak agar tetap di rumah. 

Bagaimana untuk orang dengan kondisi kesehatan tertentu? Bagi penderita COVID 19, termasuk orang sakit mereka dibolehkan untuk tidak berpuasa, tetapi wajib menggantinya di kemudian hari. 

(BACA JUGA: 5 Makanan Ini Sehat Banget Buat Sahur)

Kepala bidang perawatan Diabetes UK, Daniel Howarth mengatakan keputusan puasa atau tidak bagi orang yang sakit atau berisiko itu sebenarnya bersifat keyakinan pribadi.

Tapi, ada beberapa tindakan pencegahan yang bisa dilakukan pada orang-orang tersebut bila ingin berpuasa, yakni makan karbohidrat yang pelepasannya lebih lambat, seperti roti gandum. Selain itu, orang diabetes juga perlu lebih sering mengontrol gula darah selama puasa.

ANDRE SAPUTRA

2

shares
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments