hero
Ilustrasi kapal pesiar

EDITOR : OCTOBRYAN

23 April 2020, 15:05 WIB

INDONESIA

Guna mengantisipasi penyebaran COVID 19, sebanyak 810  Anak Buah Kapal (ABK) Kapal Pesiar asing yang merupakan Pekerja Migran Indonesia (PMI) dipulangkan dari Australia melalui Pelabuhan Benoa Bali.  

Para ABK tersebut merupakan WNI yang bekerja pada 4 (empat) Kapal Pesiar Asing yakni Kapal MV. Voyager Of The Seas, Kapal MV. Azamara Journey, Kapal MV. Spectrum Of The Seas dan Kapal MV. Ovation Of The Seas.

Petugas melakukan persiapan pemeriksaan kesehatan terhadap 810 ABK kapal dari Australia di Pelabuhan Benoa Bali. (Dok. Ditjen Hubla)

Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Laut Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan, Capt. Wisnu Handoko mengatakan pemulangan para ABK Kapal asing dari Australia  dilaksanakan selama 4 (empat) hari mulai tanggal 16 s.d 19 April 2020 melalui Pelabuhan Benoa Bali menggunakan kapal  masing-masing yaitu Kapal MV. Voyager Of The Seas sebanyak 231 orang pada tanggal 16 April 2020, Kapal MV. Azamara Journey sebanyak 51 orang pada tanggal 17 April 2020, Kapal MV. Spectrum of The Seas sebanyak 208 orang pada tanggal 18 April 2020 dan Kapal MV. Ovation Of The Seas sebanyak 320 pada tanggal 19 April 2020.

“Pemulangan para ABK Kapal dari Australia ini mendapat pengawalan yang cukup ketat dari petugas mulai dari  pengamanan di area sektor laut,  pengamanan area sektor darat, serta pengangkutan oleh Tim Kesehatan dan evakuasi para ABK yang terindikasi positif COVID 19,” Ujar Wisnu melalui keterangan tertulis kepada NET.Z, Kamis (23/4/2020).

Petugas melakukan persiapan pemeriksaan kesehatan terhadap 810 ABK kapal dari Australia di Pelabuhan Benoa Bali. (Dok. Ditjen Hubla)

Wisnu melanjutkan, 810  ABK Kapal Pesiar ini berasal dari berbagai daerah di Indonesia, seperti Bali, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Jambi, Sumatera Selatan, Lampung, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, Banten, NTB, dan Sulawesi Selatan.

“Sebelum turun di Pelabuhan Benoa, seluruh ABK diperiksa kesehatannya sesuai protokol kesehatan COVID 19 di atas kapal. Pemeriksaan ini sama seperti diterapkan Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID 19 di Bali kepada para PMI yang tiba di Bandara Ngurah Rai,” jelasnya.

(BACA JUGALarangan Mudik, Antara Permenhub dan Nasib Pekerja Urban Indonesia)

Dengan demikian, lanjut Wisnu, proses pelayanan repatriasi ABK WNI dalam masa COVID 19 ini adalah bukti nyata bahwa Pemerintah hadir dan melindungi segenap WNI sehingga dalam masa pandemi Covid 19 yang terjadi di hampir seluruh negara di dunia.

"Pemerintah Indonesia akan selalu membantu warga negaranya dengan memberikan pelayanan terbaik dan juga berbagai kemudahan agar bisa kembali ke tanah air," pungkasnya.

TIM LIPUTAN

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments