hero
Calon penumpang bersiap naik bus di Terminal Kalideres, Jakarta, Rabu (22/4/2020). (ANTARA FOTO/Fauzan)

EDITOR : OCTOBRYAN

22 April 2020, 17:55 WIB

INDONESIA

Presiden Joko Widodo memutuskan untuk melarang masyarakat mudik lebaran 2020 untuk mencegah penyebaran COVID 19. Menindaklanjuti hal tersebut, Kementerian Perhubungan segera menyiapkan Peraturan Menteri Perhubungan.

“Kementerian Perhubungan akan segera menyiapkan Permenhub yang mengatur pelarangan mudik termasuk sanksinya apabila melanggar aturan,” ujar Juru Bicara Kementerian Perhubungan Adita Irawati melalui keterangan tertulis kepada NET.Z, Rabu (22/4/2020).

Petugas bus menaikkan motor ke dalam bus di Terminal Kalideres, Jakarta, Rabu (22/4/2020). Presiden RI Joko Widodo memutuskan untuk melarang mudik lebaran 2020 di tengah pandemi COVID-19 mulai 24 April guna mencegah perluasan penyebaran COVID-19 di wilayah Indonesia. (ANTARA FOTO/Fauzan)

Penyusunan regulasi ini, lanjut Adita, akan melibatkan stakeholder lain seperti Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), Kepolisian, dan pemerintah daerah. Adita menjelaskan, regulasi transportasi terkait pelarangan mudik, berlaku untuk angkutan umum penumpang dan kendaraan pribadi.

“Pelarangan dimulai pada 24 April 2020 secara bertahap, bertingkat dan berkelanjutan, dan mulai diberlakukan sanksi secara penuh pada 7 Mei 2020. Pelarangan mudik akan diberlakukan sampai dengan tanggal 2 Syawal 1441 H atau 26 Mei 2020, dan dapat menyesuaikan dengan memperhatikan dinamika perkembangan Pandemi Covid-19,” jelasnya.

Calon penumpang menunggu bus di Terminal Kalideres, Jakarta, Rabu (22/4/2020). Presiden RI Joko Widodo memutuskan untuk melarang mudik lebaran 2020 di tengah pandemi COVID-19 mulai 24 April guna mencegah perluasan penyebaran COVID-19 di wilayah Indonesia. (ANTARA FOTO/Fauzan)

Lebih lanjut Adita menjelaskan, skenario yang akan disiapkan adalah pembatasan lalu lintas pada jalan akses keluar masuk wilayah, bukan penutupan jalan. Hal tersebut dilakukan karena yang dilarang untuk melintas adalah angkutan yang membawa penumpang saja, sementara angkutan barang atau logistik masih dapat beroperasi.

Pelarangan mudik berlaku untuk wilayah Jabodetabek dan wilayah-wilayah yang sudah ditetapkan untuk diberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan juga wilayah yang masuk zona merah virus corona. 

Calon penumpang di Terminal Bus Pulo Gebang, Jakarta Timur, Rabu (22/4/2020) melonjak sejak pemerintah mengeluarkan larangan mudik lebaran 2020. (NET/Noval)

Larangan mudik ini nantinya tidak memperbolehkan lalu lintas orang untuk keluar dan masuk dari dan ke wilayah khususnya Jabodetabek. Namun masih memperbolehkan arus lalu lintas orang di dalam Jabodetabek (aglomerasi). 

Transportasi massal di dalam Jabodetabek seperti KRL juga tidak akan ditutup atau dihentikan operasionalnya, hal ini untuk mempermudah masyarakat yang tetap bekerja khususnya tenaga kesehatan, cleaning service rumah sakit, dan sebagainya.

Calon penumpang di Terminal Bus Pulo Gebang, Jakarta Timur, Rabu (22/4/2020) melonjak sejak pemerintah mengeluarkan larangan mudik lebaran 2020. (NET/Noval)

Larangan mudik itu kemudian direspon sebagian masyarakat Jabodetabek. Hal itu seperti terlihat di Terminal Pulo Gebang, Jakarta Timur, Rabu (22/4). Puluhan calon penumpang terlihat memadati area tunggu menanti kedatangan bus yang hendak mengangkut mereka ke daerah asal.

Ines (24) memilih mudik karena tidak ada lagi aktivitas selama pemberlakuan PSBB di jakarta. Selain itu kontrak kerjanya dengan perusahaan telah berakhir. Ines sadar pilihannya mudik cukup beresiko. Untuk itu ia siap dikarantina selama 14 hari setibanya di kampung halaman. 

(BACA JUGAPemerintah Resmi Larang Warga Mudik di Tengah Pandemi COVID 19, Ini Alasannya)

"Di sini udah gak ada aktivitas. Udah tidak kerja juga. Kangen keluarga," ujarnya.

Inez segera menggapai tas besar berisi pakaiannya ketika bus berwarna kuning hitam tiba untuk membawanya kembali menuju Lubuk Linggau, Sumatera Selatan. Ia berharap wabah pagebluk segera berakhir dan mendapat pekerjaannya kembali sebagai buruh pabrik garmen di Ibu Kota untuk menyambung hidup.

TIM LIPUTAN

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments