hero
Ilustrasi plasma darah

EDITOR : OCTOBRYAN

22 April 2020, 16:20 WIB

INDONESIA

Para peneliti di sejumlah negara mulai menguji coba plasma darah penyintas COVID-19 untuk mengobati pasien yang masih menderita penyakit itu. Di Inggris, NHS Blood and Transplant (NHSBT) telah mengumpulkan plasma pasien penderita COVID-19 yang sudah sembuh akan digunakan untuk mengobati pasien kritis di rumah sakit. 

Petugas medis berharap itu dapat meningkatkan kecepatan pemulihan pasien yang terinfeksi dan peluang untuk bertahan hidup. Plasma dianggap kaya akan antibodi yang diproduksi oleh sistem kekebalan tubuh saat melawan infeksi.

ilustrasi plasma darah.

"Darah dan Transplantasi NHS sedang mempersiapkan untuk mengumpulkan plasma COVID-19 dari orang-orang yang telah pulih dari penyakit ini", kata juru bicara NHS seperti dikutip dari The Sun, Rabu (22/4/2020).

Bila proses ini disetujui, dokter Inggris akan menguji apakah memberikan infus plasma kaya antibodi yang selamat kepada pasien Covid-19 yang baru sakit akan meningkatkan upaya tubuh mereka sendiri untuk melawan virus.

Ilustrasi plasma darah.

"Untuk melihat apakah itu berhasil, mereka akan mengukur apakah perawatan memberi pasien kesempatan yang lebih baik untuk hidup atau mengurangi kebutuhan oksigen dan ventilator," ujar juru bicara lembaga tersebut.

Memanfaatkan darah pasien yang sembuh bukan ide yang baru dalam dunia kedokteran. Cara ini sudah digunakan lebih dari 100 tahun yang lalu saat epidemi Flu Spanyol dan yang lebih baru saat wabah Ebola tahun 2014 epidemi Afrika Barat dan SARS pada tahun 2002.

Plasma darah.

Amerika Serikat telah memulai proyek besar-besaran untuk meneliti ini, melibatkan lebih dari 1.500 rumah sakit. Di Cina, dokternya sudah mulai menggunakan metode yang sudah ada sejak abad lalu untuk merawat pasien bulan lalu. 

Sementara di Indonesia, Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Soebroto yang bekerja sama dengan Lembaga Penelitian Biologi Molekuler Eijkman dan Biofarma dilaporkan baru saja memulai penelitian.

RSPAD Gatot Subroto. (Wikipedia)

Laman Facebook resmi TNI-AD menyebut, RSPAD Gatot Soebroto telah menyelesaikan protokol penelitian, termasuk etika dalam mengambil sampel dari pasien-pasien yang pernah terpapar Covid-19.

"Kode etik dan protokol harus diikuti. Persetujuan dari pasien yang akan sukarela menjadi objek percobaan juga harus diperhatikan. Tidak boleh ada tekanan. Sehingga tidak ada masalah di kemudian hari," kata Kepala Staf Angkatan Darat, Jenderal TNI Andika Perkasa.

Sebelumnya, Kepala LBM Eijkman Amin Soebandrio, menjelaskan plasma konvalesen didapatkan dari darah orang yang sembuh dari virus corona. Lalu diberikan kepada orang yang sedang sakit dengan cara disuntikkan ke aliran darah pasien positif. Metode ini juga dilakukan beberapa negara lain untuk bisa mengobati COVID-19.

 

Ratri Anindya, salah satu pasien pertama covid-19 di Indonesia, yang kini telah sembuh juga ikut terlibat dalam penelitian itu. Melalui akun Instagram @ratrianindya pada Sabtu (18/4), ia mengunggah foto dirinya yang tengah mendonorkan plasma darahnya di RSPAD Gatot Soebroto.

Ia mengatakan, proses pengambilan 200 cc plasma darah berjalan hampir satu jam dengan alat khusus yang menyaring plasma darah dari darah merahnya.

 

“Proses pengambilan plasma darahku berhasil dengan lancar dan ternyata enggak begitu menyeramkan lo,” ci­citnya sambil mengajak para penyintas covid-19 lainnya untuk melakukan hal yang sama. 

Para ilmuwan mengatakan tidak ada jaminan itu akan berhasil, tetapi berharap bahwa itu akan memberi mereka waktu untuk mengembangkan perawatan baru dan spesifik untuk virus korona.

Ini juga akan memungkinkan mereka untuk menguji obat anti-virus eksperimental seperti klorokuin dan remdesivir. Namun selama pilihan kita untuk mengobati Covid-19 begitu terbatas, mereka berharap bisa membantu sampai vaksin ditemukan.

ANDRE SAPUTRA

5

shares
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments