hero
Calon penumpang bersiap menaiki bus Antar Kota Antar Provinsi di Terminal Pulo Gebang, Jakarta, Minggu (29/3/2020). (ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso)

EDITOR : OCTOBRYAN

21 April 2020, 14:35 WIB

INDONESIA

Presiden Joko Widodo akhirnya memutuskan untuk melarang mudik lebaran 2020  bagi seluruh warga Indonesia. Pelarangan mudik ini untuk memutus mata rantai penyebaran virus corona. 

"Hari ini saya ingin sampaikan juga bahwa mudik semuanya akan kita larang," kata Jokowi saat membuka Rapat Terbatas melalui video conference di Istana Merdeka, Selasa (21/4/2020).

Calon penumpang bersiap menaiki bus AKAP di terminal bayangan Pondok Pinang, Jakarta, Jumat (3/4/2020). Pemerintah mengimbau masyarakat untuk menunda mudik atau pulang kampung pada Lebaran mendatang sebagai salah satu langkah membatasi penyebaran wabah COVID-19. ANTARA (FOTO/Reno Esnir)

Jokowi menjelaskan, keputusan tersebut diambil usai pemerintah melakukan sejumlah kajian dan pendalaman langsung di lapangan. Selain itu, Kementerian Perhubungan pun diklaim telah melakukan survei terkait dengan pelarangan mudik tersebut.

Berdasarkan survei yang dilakukan oleh Kementerian Perhubungan, didapatkan data bahwa terdapat 68 persen responden yang menetapkan untuk tidak mudik di tengah pandemi Covid-19. Namun, masih terdapat 24 persen yang bersikeras untuk tetap mudik, dan 7 persen yang telah mudik ke daerah tujuan.

Sebuah bus melintas di Terminal Bis Kota Serang, Banten, Jumat (10/4/2020). Pemda setempat bersama tokoh masyarakat melakukan berbagai upaya untuk mencegah penyebaran COVID-19 termasuk dengan mengajak warga untuk tidak mudik atau pulang kampung menjelang puasa dan lebaran. (ANTARA FOTO/Asep Fathulrahman)

"Artinya masih ada angka yang sangat besar, yaitu 24 persen tadi," kata Jokowi.

Larangan mudik atau melakukan kegiatan bepergian ke luar daerah bagi para ASN, TNI-Polri, serta pegawai BUMN dan anak perusahaannya sebelumnya sudah ditetapkan oleh pemerintah pada Kamis, (9/4/2020) lalu.

"Setelah larangan mudik bagi ASN, TNI-Polri, dan pegawai BUMN sudah kita lakukan pada minggu-minggu yang lalu, pada rapat hari ini saya ingin menyampaikan bahwa mudik semuanya akan kita larang," kata Presiden.

Sejumlah calon penumpang berjalan menuju bus di Terminal Bis Kota Serang, Banten, Jumat (10/4/2020). Pemda setempat bersama tokoh masyarakat melakukan berbagai upaya untuk mencegah penyebaran COVID-19 termasuk dengan mengajak warga untuk tidak mudik atau pulang kampung menjelang puasa dan lebaran. (ANTARA FOTO/Asep Fathulrahman)

Dalam arahannya, Jokowi juga meminta jajaran terkait untuk segera melakukan persiapan mengenai kebijakan tersebut.

"Saya minta persiapan-persiapan yang berkaitan dengan ini mulai disiapkan," ujarnya.

Keputusan larangan mudik ini juga dilakukan setelah pemerintah mulai menggulirkan bantuan sosial (bansos) untuk wilayah DKI Jakarta yang akan dilanjutkan untuk masyarakat menengah ke bawah di wilayah Bodetabek.

(BACA JUGA: Ketidakjujuran Pasien, Petaka bagi Tenaga Medis)

"Bansos sudah mulai dilaksanakan kemarin. Pembagian sembako untuk Jabodetabek, kemudian Kartu Prakerja sudah berjalan. Minggu ini juga bansos tunai sudah dikerjakan. Dari sinilah kemudian saya ingin mengambil sebuah keputusan," kata Presiden.

Sebagaimana disampaikan dalam sejumlah kesempatan, bantuan sosial yang khusus dipersiapkan bagi warga menengah ke bawah di wilayah Jabodetabek disiapkan selain untuk membantu warga yang terdampak Covid-19, juga dimaksudkan agar warga Jabodetabek dapat mengurungkan niatnya untuk mudik ke daerah asal.

TIM LIPUTAN

3

shares
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments