hero
Seorang pegawai negeri sipil (PNS) Pemprov Riau mengenakan masker saat mendapat giliran masuk bekerja di Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik Riau, di Kota Pekanbaru, Senin (20/4/2020). Menteri

EDITOR : OCTOBRYAN

20 April 2020, 19:25 WIB

INDONESIA

Hingga 20 April 2020 setidaknya 894 Aparatur Sipil Negara (ASN) di 100 instansi pemerintah baik pusat maupun daerah terdeteksi COVID 19. 

Dari jumlah itu, 710 orang menyandang status Orang Dalam Pengawasan (ODP), 62 Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dan 122 terkonfirmasi positif COVID 19. Dari 122 yang terkonfirmasi, 83 orang masih mendapat perawatan medis, 16 orang sembuh, dan 23 meninggal dunia, 4 diantaranya meninggal saat menjalankan tugas, 19 bukan dalam keadaan tugas. 

Pegawai Dinas Kependudukan menunjukan waktu pelayanan pada masa darurat kesehatan akibat pandemi COVID-19 di Kota Dumai, Riau, Senin (13/4/2020). ANTARA FOTO/Aswaddy Hamid)

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Biro Humas Badan Kepegawaian Nasional, Paryono mengatakan jumlah itu terus berubah sesuai input data terbaru dari masing masing instansi. Hingga kini pemerintah masih menerapkan Work From Home bagi ASN dan hanya bagian tertentu saja yang masih masuk seperti tim kesehatan atau tim medis. 

"Mereka tidak diwajibkan ke kantor. Kerja dari rumah. Hanya pengecualian bagi bidang tertentu seperti tim kesehatan masih ada yang bertugas ke kantor, " ujar Paryono melalui sambungan telepon kepada NET.Z, Senin (20/4). 

Sejumlah pejabat Pegawai Negeri Sipil (PNS) bersiap mengikuti sumpah jabatan saat pelantikan di  halaman kantor Bupati Aceh Utara, Aceh, Kamis (9/4/2020). (ANTARA FOTO/Rahmad)

Paryono menjelaskan, untuk ASN yang terkonfirmasi COVID 19 dan meninggal dalam keadaan bertugas, pemerintah berencana menaikan pangkatnya setingkat lebih tinggi. 

"Meninggal dalam tugas akan diberikan kenaikan pangkat anumerta dan pensiun," ungkapnya.

Pegawai Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Denpasar melayani warga yang mengurus dokumen di Mal Pelayanan Publik Graha Sewaka Dharma, Denpasar, Bali, Selasa (17/3/2020). (ANTARA FOTO/Nyoman Hendra Wibowo)

Paryono melanjutkan, 157 ASN dengan status ODP, PDP dan terkonfirmasi positif COVID 19 saat ini masih menjalani perawatan di rumah sakit, smentara 737 lainnya menjalani rawat mandiri di rumah.

Paryono mengimbau para ASN agar mematuhi peraturan pemerintah untuk tetap tinggal di rumah jika tidak harus masuk ke kantor. 

Petugas PMI Salatiga menyemprotkan cairan disinfektan di kantor Sekretariat Daerah, Salatiga, Jawa Tengah, Rabu (18/2/2020). Penyemprotan tersebut dilakukan untuk pencegahan penyebaran virus COVID-19 dikawasan tersebut agar dapat menjaga aktivitas pegawai negeri sipil berjalan secara normal dan sehat. (ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho)

"Jaga kondisi kesehatan diri masing-masing dan keluarga. Jangan keluar rumah jika tidak urgent. Makan, istirahat, olahraga seimbang agar tubuh selalu dalam kondisi fit," imbuhnya.

Sementara itu, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPANRB) Tjahjo Kumolo, merevisi surat edaran soal penyesuaian sistem kerja ASN dalam mencegah penyebaran COVID-19.

(BACA JUGA: Ketidakjujuran Pasien, Petaka bagi Tenaga Medis)

Dalam SE bernomor 50 tersebut, Tjahjo memperpanjang masa kerja di rumah atau Work From Home (WFH) bagi ASN hingga 13 Mei 2020. 

"(WFH) Diperpanjang sampai dengan 13 Mei 2020 dan akan dievaluasi lebih lanjut sesuai dengan kebutuhan," tulis Tjahjo Kumolo dalam surat edaran (SE) menteri yang terbit Senin (20/4).

NOVA YULHENDRI

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments