hero
Anggota Satuan Pembinaan Masyarakat Polsek Cimanggis Brigadir Kepala Asep memberikan telepon seluler kepada siswa yang tidak bisa mengikuti pelajaran sekolah secara daring di Tapos, Depok, Jawa Barat.

EDITOR : OCTOBRYAN

20 April 2020, 18:40 WIB

DEPOK, INDONESIA

Sejumlah negara termasuk Indonesia melakukan berbagai upaya untuk menekan penyebaran COVID 19. Salah satunya ialah kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). 

Aturan tersebut, di antaranya membatasi sejumlah aktivitas di luar rumah. Hal ini juga berlaku untuk kegiatan belajar mengajar yang sementara waktu dilakukan dari rumah. 

Anggota Satuan Pembinaan Masyarakat Polsek Cimanggis Brigadir Kepala Asep memberikan telepon seluler kepada siswa yang tidak bisa mengikuti pelajaran sekolah secara daring di Tapos, Depok, Jawa Barat. (Istimewa)

Dalam kegiatan itu, para siswa wajib mengikuti metode pembelajaran secara daring. Untuk mereka yang berlatar belakang dari keluarga mampu secara finansial, kebijakan ini tentu bukanlah masalah. Namun sebaliknya, untuk siswa dari keluarga miskin hal itu tentu saja menjadi persoalan baru. 

Di Depok Jawa Barat, sejumlah pelajar kurang mampu akhirnya hanya bisa pasrah. Kondisi itu ditemukan di Kelurahan Tapos, Kecamatan Tapos.

Di tempat itu tercatat, ada sebanyak tujuh siswa miskin yang tak bisa mengikuti kegiatan belajar mengajar jarak jauh karena keterbatasan ekonomi. Mereka tak punya alat penunjang seperti telepon seluler ataupun komputer.

Anggota Satuan Pembinaan Masyarakat Polsek Cimanggis Brigadir Kepala Asep memberikan telepon seluler kepada siswa yang tidak bisa mengikuti pelajaran sekolah secara daring di Tapos, Depok, Jawa Barat. (Istimewa)

Berangkat dari rasa keprihatinan tersebut, salah seorang polisi setempat akhirnya berinisiatif untuk menggalang bantuan. Ia adalah Brigadir Kepala Asep, anggota Satuan Pembinaan Masyarakat Polsek Cimanggis.

“Jadi awalnya saya dapat laporan pihak sekolah minta ijin untuk kegiatan di sekolahan. Minta ijinnya sama lurah, saya mendengar itu, kami dari kepolisian tetap melarang, karena PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar),” jelas Asep melalui keterangan tertulis kepada NET.Z, Senin (20/4/2020).

Asep menjelaskan, pihak sekolah terpaksa mengajukan ijin untuk aktivitas belajar mengajar secara langsung karena sebagian murid tidak mempunyai alat komunikasi penunjang.

Anggota Satuan Pembinaan Masyarakat Polsek Cimanggis Brigadir Kepala Asep memberikan telepon seluler kepada siswa yang tidak bisa mengikuti pelajaran sekolah secara daring di Tapos, Depok, Jawa Barat. (Istimewa)

“Akhirnya saya ajak Pak Lurah untuk cari solusi. Kami koordinasi cari bantuan kepada dermawan. Akhirnya dapat bantuan tujuh ponsel untuk para siswa tadi,” ujarnya.

Para siswa, lanjut Asep, merupakan anak-anak tidak mampu dan yatim. Mereka melanjutkan pendidikan karena beasiswa yang diberikan pihak sekolah.

“Kami akan selalu berupaya agar siswa-siswa ini tetap belajar di rumah, kita akan cari jalan. Sesuai anjuran pemerintah mereka harus tetap di rumah,” ujarnya.

Ilustrasi belajar di rumah. (ANTARA FOTO)

Sementara itu, Lurah Tapos, Tri Sutanto mengatakan, mereka yang mendapat bantuan telepon seluler adalah anak-anak yang memang berlatarbelakang dari keluarga tidak mampu.

“Saya lihat anak-anak ini memang dalam kondisi kurang beruntung, ada yang orangtuanya tukang urut dan lain-lain. Jadi anak-anak ini memang tidak bisa belajar jarak jauh karena tidak punya alat komunikasi,” ucapnya.

Tri berharap, aksi kemanusiaan ini dapat meringankan beban masyarakat di tengah pandemi COVID 19. Ia berjanji, agar tidak ada anak-anak yang putus sekolah akibat wabah ini.

Ilustrasi belajar di rumah. (ANTARA FOTO)

“Jangan sampai mereka putus sekolah karena sebentar lagi mau ujian. Alhamdulillah banyak yang mau berbagi,” katanya.

Kekompakan lurah dan polisi tadi pun mendapat sorotan positif dari berbagai pihak. Salah satunya apresiasi itu datang dari Wakil Wali Kota Depok, Pradi Supriatna.

“Ini patut dicontoh, bukan hanya persoalan pangan saja tapi menyangkut juga hal lain kelangsungan generasi bangsa dalam menimba ilmu.” tuturnya.

(BACA JUGA: Suara Bergetar Bripka Jerry Kala Jawab Tawaran Sekolah Perwira dari Kapolri)

Pradi berharap, mereka yang mendapat bantuan agar tetap di rumah menjaga pola hidup sehat sehingga musibah ini segera berlalu.

“Tetap di rumah, jangan kumpul-kumpul yang tidak tepat. Semoga kalian semakin giat belajar. Tetap semangat dan berdoa ya, Insya Allah masalah ini akan segera berlalu,” kata Pradi.

TIM LIPUTAN

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments